Hukuman fisik yang orang tua terapkan kepada anak, ada nilai baik dan buruknya. Adanya hukuman fisik cukup bisa mendisiplinkan anak, karena setiap orang tua menginginkan anak mereka untuk enggak mengulangi kesalahan yang sama dan patuh.

Tetapi, ketika penerapan hukuman fisik sudah terlaksana, apakah anak-anak akan berubah? Menjaminkah sebuah pukulan dari orang tua dapat membuat anak disiplin? 

Menurut Willy Budiman Winata dari Tanam Benih Foundation, untuk bisa mengubah sikap anak, sebuah hukuman fisik enggak bisa dibilang efektif. Pukulan dari orang tua bisa membekas di anak serta membawa efek negatif. Ada beberapa anak yang mentalnya enggak bisa didik dengan pola yang keras akhirnya menjadi anak yang semakin melawan. 

Mendidik anak dengan pola seperti ini malah jadi hal yang percuma dan enggak ada nilai plusnya. Bisa jadi orang tua yang memukul hanya sedang meluapkan emosinya kepada anak dan jelas itu hal yang sangat salah.

Begitu juga dalam proses memukul anak yang melibatkan psikologi orang tua dan anak. Orang tua biasanya menggunakan emosinya mereka dalam keadaan marah saat memukul anak. Emosi yang harusnya menjadi urusan orang dewasa, malah anak yang jadi imbas dari emosi tersebut.

Baca Juga: Fajar Umbara Resmi Ditahan atas Laporan Penganiayaan Anak di Bawah Umur, Yuyun: Alhamdulillah Banget

Emosi yang timbul dari rasa marah harus bisa orang tua redam sendiri dengan cara yang tepat dan memukul anak tentu bukan hal yang tepat sehingga penerapan hukuman fisik yang di awal ingin mendidik anak agar enggak lagi mengulangi kesalahan yang sama sudah melenceng jauh hanya karena orang tua yang enggak bisa meredam amarahnya sendiri.