Menjadi jurnalis senior, Najwa Shihab yang sudah melalang buana sejak tahun 2001 di dunia jurnalistik, memiliki banyak cerita menarik sepanjang meliput kasus-kasus viral nasional. Najwa dikenal sebagai jurnalis yang berani mengkritik pedas kebijakan yang dirasanya enggak pas, serta menjadi jurnalis yang berpihak kepada kaum marginal.

Di balik keberaniannya dalam mengungkap kasus yang janggal, Najwa Shihab tentu mengalami kesulitan sampai pernah diteror. Teror yang ia terima sampai menghebohkannya melalui aplikasi per pesan WhatsApp.

"Pas gue lagi kencang-kencangnya PSSI itu, mafia bola, itu agak beda ya. Itu agak gimana gitu. Ancamannya berupa WhatsApp, tapi itu cuma WhatsApp," ungkap Najwa dikutip lewat kanal YouTube Vincent and Desta.

Kasus teror berupa ancaman ini adalah satu dari sekian banyak teror lainnya yang ia terima. Selama ini, wanita yang hampir setiap malam ada di layar kaca berdebat dengan politikus nasional tersebut, memilih bungkam karena ia merasa ancaman yang ia terima enggak sebanding dengan jurnalis di lapangan yang benar-benar mendapatkan serangan fisik secara langsung.

"Ada beberapa (ancaman) sebenarnya, cuma gue malu kalau cerita, karena gue merasa dianggap lebay. Maksud gue, kalau dengar wartawan daerah itu kan ancaman bukan sekadar ancaman, digaplok beneran, ada juga yang mengancam nyawa," tutur Najwa. 

Najwa Shihab adalah alumni Fakultas Hukum UI angkatan 1996. Semasa SMA ia terpilih mengikuti program American Field Service (AFS), yang di Indonesia program ini dilaksanakan oleh Yayasan Bina Antarbudaya, selama satu tahun di Amerika Serikat.

Baca Juga: Wanita Sesukses Najwa Shihab Menilai Hidupnya Sendiri Membosankan: Gue anaknya menyedihkan gitu

Ia memulai kariernya sebagai jurnalis di televisi swasta dan namanya dikenal luas setelah melaporkan bencana alam di Aceh pada tahun 2004. Saat itu, wanita yang akrab disapa Nana, mengkritisi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia pada saat itu yang tak lain adalah pamannya sendiri, Alwi Shihab. Najwa dinilai sangat profesional menjalani pekerjaannya.