Kebudayaan masyarakat di provinsi yang terletak di barat daya Pulau Sumatera ini terkenal, salah satunya karena Kain Besurek. Jenis batik Indonesia khas Bengkulu yang bermotif kaligrafi Arab. Selain itu ada juga Tabot, festival budaya Asyura yang diselenggarakan setiap tahunnya.

Kebudayaan Bengkulu hadir dengan kekhasan tersendiri, terutama karena mendapat pengaruh dari suku-suku berbeda yang mendiaminya. Ada masyarakat Suku Rejang, Suku Serawai, dan Suku Lembak yang masing-masing mengusung kebudayaan dengan ciri khasnya tersendiri.

Selain produk budaya di atas, masyarakat Bengkulu juga memiliki ragam tari-tarian tradisional. Sebagian ada yang berfungsi sebagai tari penyambutan, ada yang murni untuk hiburan, serta terdapat juga tarian yang bersifat sakral sebagai bagian dari upacara adat.

Berikut adalah beberapa tarian Bengkulu, setidaknya ada tiga tarian khas Bengkulu yang masing-masing lengkap dengan penjelasan singkatnya seperti dikutip dari berbagai sumber, (12/04/2021).

Tari Kejei Bengkulu

Kejei merupakan salah satu tarian adat Bengkulu. Keberadaannya melekat pada Upacara Kejei, upacara perkawinan di Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Sebuah kesenian tradisi yang menghadirkan para penari berpasangan putra dan putri. Umumnya berjumlah ganjil dan harus dari suku berbeda.