Jika kamu berencana untuk berlibur , mungkin Benteng Malborough yang berada di Bengkulu ini dapat menjadi salah satu daftar lokasi wisata yang wajib untuk dikunjungi tahun ini. Dengan berwisata ke Benteng Marlborough, kita akan disajikan suasana sejarah dan budaya di zaman penjajahan Inggris-Belanda

Dikutip dari berbagai sumber, (12/04/2021) bangunan yang didirikan oleh East India Company tahun 1714-1719 di bawah pimpinan Gubernur Joseph Callet memiliki fungsi awal sebagai pusat pemerintahan Inggris di mana urusan di bidang ekonomi, politik, sosial, budaya, ideologi, pertahanan dan juga keamanan. Benteng ini juga sempat menjadi benteng pertahanan Belanda pada tahun 1825-1942, pertahanan Jepang tahun 1942-1945, dan markas Polri tahun 1945-1948.

Benteng Marlborough mengukir sejarah kolonialisme Inggris di Bengkulu. Benteng Malborough berdiri sebagai pengganti Benteng York yang sudah dibangun sebelumnya. Namun letaknya yang berada di sekitar rawa, maka wabah penyakit kulit pun melanda sehingga didirikanlah Benteng Malborough.

Letak Benteng Marlborough dibangun di daerah strategis yakni dekat dengan pusat kota dan juga daerah pantai. Para wisatawan akan disambut dengan jembatan kayu yang dibangun di atas parit. Pintu gerbang benteng nampak begitu kokoh berada di tengah-tengah benteng.

Dari area benteng akan nampak sekali pamandangan Bengkulu dari ketinggian yang dulunya menjadi tempat para serdadu Inggris menyerang lawan.

Benteng yang namanya diambil dari salah satu nama pahlawan besar Inggris, John Churchill Duke of Marlborough, diakui oleh para ahli sejarah sebagai benteng peninggalan Inggris terbesar di Asia Tenggara. Benteng ini memiliki luas 44,000 meter persegi, ketinggian sekitar 8,5 meter di atas permukaan laut, ukuran fisiknya sekitar 240 x 170 m, ketinggian dinding bervariasi dari 8 sampai 8.50 meter, dengan ketebalan 1.85 sampai 3 meter.