Susu dapat memainkan peran penting dalam nutrisi, dari bayi yang minum ASI hingga balita yang makan sereal dengan susu hingga remaja yang memasukkan susu ke dalam smoothie. Susu sapi secara khusus menyediakan berbagai vitamin, mineral, dan nutrisi lain yang dibutuhkan anak untuk mendukung tumbuh kembangnya.

Susu sapi secara alami mengandung protein, kalsium, kalium, dan vitamin B12. Karena ini adalah nutrisi penting untuk pertumbuhan dan perkembangan, American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan agar anak-anak balita mengonsumsi 2 cangkir susu sehari.

Namun, jika anakmu engak menyukai susu sapi atau alergi laktosa, anak-anak tetap dapat memenuhi kebutuhan gizi hariannya tanpa susu melalui pola makan yang terencana dengan baik yang meliputi makanan lain yang kaya protein, kalsium, potasium, serta vitamin A dan D. Anak-anak yang alergi susu dapat mengalami gejala mulai dari gatal-gatal hingga gejala yang lebih parah, seperti mengigil, muntah, diare, atau bahkan anafilaksis.

Baca Juga: Anak Terlalu Banyak Main Gadget Jadi Hilang Kesopanan? Begini Cara Atasinya!

Pangan yang terbuat dari susu sapi, seperti yogurt, kefir, dan keju, juga bisa menjadi alternatif selain susu. ika anakmu lebih suka susu alternatif non-susu, seperti susu almond pilih versi yang diperkaya dengan kalsium dan vitamin D. Kemudian, orang tua harus memastikan untuk menawarkan makanan lain.