Bagi umat muslim yang menjalankan puasa, tentu menjaga kondisi badan agar tetap segar dalam berkegiatan merupakan tantangan. Terutama menyangkut asupan air mineral ke dalam tubuh.

Karena mineral tak diproduksi oleh tubuh, maka zat esensial ini harus diperoleh dari sumber lain. Namun, minum air merupakan pantangan dalam berpuasa. Lantas bagaimana menyiasati agar tubuh tetap segar saat berpuasa?

Dikutip dari berbagai sumber, (13/04/2021) ahli hidrasi Indonesia merekomendasikan pola minum 242, yaitu dengan meminum 2 gelas air putih saat berbuka, 4 gelas saat makan malam hingga menjelang tidur dan 2 gelas saat sahur.

Konsumsi air putih pada saat berbuka kalah bersaing dengan makanan atau minuman manis. Kebiasaan yang kurang tepat ini justru dapat menghasilkan penimbunan lemak.

Jika seseorang terlalu banyak mengonsumsi minuman manis berkalori tinggi secara berlebih pada saat buka puasa, maka dapat terjadi penimbunan kalori berupa lemak. Padahal, seharusnya puasa justru dapat menjadi kiat membantu mengurangi berat badan atau mempertahankan berat badan jika dijalankan dengan asupan gizi dan nutrisi yang sehat.

Air mempunyai fungsi sebagai media eliminasi toksin dan produk sisa metabolisme, yang mana dikeluarkan dalam bentuk urine. Bagi muslim yang berpuasa pun dianjurkan melihat warna urine untuk menentukan apakah asupan air mineral sudah cukup atau belum.

Baca Juga: Belum Banyak yang Tahu, Ini Waktu Terbaik untuk Minum Air Putih

Bila warna urine terlihat kuning pekat, maka kamumengalami dehidrasi. Bila ini terjadi sebaiknya segera minum dalam jumlah yang cukup.