Kata Rintik Sedu, mencintai adalah pekerjaan yang paling seru di dunia. Tapi, enggak berlaku bagi mereka yang mencintai karena terpaksa. Bagaimana bisa orang mencintai karena terpaksa? Bukannya sebelum menjalin hubungan ada komitmen yang harus mereka jaga?

Beauty, ada lho beberapa orang yang menjalin hubungan untuk merasakan kenyamanan di dalamnya. Ada orang yang berpikir, dengan menjalin hubungan adalah solusi untuk mengatasi kesepian yang selama ini mereka rasakan. Ada juga yang menerima hubungan baru untuk beralih dari namanya patah hati. Mungkin, di antara orang-orang tersebut, kamu salah satu di antaranya.

Baca Juga: Berhenti Membenci dan Mulailah untuk Mencintai, Begini Caranya!

Di sini yang harus dipertanyakan dan bisa menjadi evaluasi dirimu. Benarkah kamu mencintainya? Atau mungkin kamu menjalin hubungan untuk melampiaskan kekecawaan kepada dia yang telah meninggalkanmu? Apakah hubungan yang kini tengah kamu jalin adalah bentuk dari mencintai karena terpaksa?

Temui jawabannya dari tanda-tanda berikut, seperti yang dilansir dari laman Inspiring Tips, Minggu (5/4/2020):

Enggak bersemangat saat bersamanya

Kalau kamu menganggap kencan sebagai suatu keharusan yang perlu dilakukan, maka kamu mungkin enggak sedang jatuh cinta. Beauty, kalau kamu mencintainya, harus ada kegembiraan untuk menghabisakan waktu bersamanya.

Mungkin, selama kencan kamu hanya menuntaskan kewajibanmu untuk menemaninya. Mungkin kamu merasa risih dan ingin mengakhiri waktu berkencanmu segera. Atau bahkan kamu akan mencari berbagai alasan untuk enggak berkencan dengannya.

Ada kerinduan untuk jatuh cinta

Mencintai adalah salah satu perasaan yang paling indah di bumi, apalagi kalau perasaanmu itu terbalas olehnya. Tapi, kalau selama ini kamu menjalin hubungan tanpa adanya rasa yang menggebu-gebu hati saat bersama dengannya , mungkin sebenarnya kamu belum siap untuk jatuh cinta kepadanya.

Mungkin kamu puas, tapi enggak merasa bahagia

Ada kepuasan sendiri saat kamu berhasil meluluhkan hatinya. Mungkin dia tampan dan cerdas, atau mungkin dia bertanggung jawab dan juga sukses, tapi kehadirannya hanya memberimu kebahagiaan yang dangkal, maka itu mungkin bukan jatuh cinta.

Baca Juga: Sering Gagal dalam Menjalin Hubungan? Jangan Khawatir! Lakukan 3 Hal Ini untuk Menemukan CInta Sejatimu

Kamu tahu kalau dia bukan orang yang kamu cintai

Kalau sejak awal kamu memiliki intuisi yang mengatakan dia bukanlah orang yang tepat, maka firasatmu itu mungkin benar adanya. Entah kamu enggak benar-benar ingin dia menjadi bagian dari hidupmu atau mungkin karena alasan tertentu yang membuat kamu belum sepenuhnya menerimanya.

Kamu masih mencari pasangan potensial pada orang lain

Secara enggak sadar, kamu diam-diam juga memerhatikan orang lain, diam-diam kamu masih mencari pasangan yang tepat untuk dirimu. Kalau memang kamu masih mencari bahkan saat ini kamu sudah memilikinya, maka inilah saatnya untuk memberikan pasanganmu kebebasan yang layak.

Baca Juga: 10 Tanda Kalau Lagi Jatuh Cinta dengan Seseorang, Kamu Banget Enggak Nih?

Enggak ada kedamaian di dalam hati saat menjalin hubungan

Apakah kamu merasa bersalah setiap kali mengatakan "aku mencintaimu" kepadanya atau setiap kali membicarakan masa depan dengannya? Mungkin hal ini karena kamu tahu kalau selama ini kamu membohongi perasaanmu sendiri kepada pasanganmu.

Kamu berharap bisa putus dengannya

Normalnya, enggak ada satu pun pasangan yang mengakhiri hubungannya begitu saja. Meskipun ada masalah menghadang, sebisa mungkin mereka selesaikan dengan kepala dingin. Tapi, kalau kamu justru mencari cara untuk segera mengakhiri hubunganmu dengannya, mungkin kamu benar-benar mencintainya karena terpaksa oleh keadaan.

Beauty, belajarlah untuk jujur dengan diri sendiri, belajarlah untuk jujur dengan perasaanmu sendiri. Jangan menyakiti diri dengan mengecewakan perasaan orang lain. Kalau kamu memang enggak mencintainya, seharusnya katakan sejak awal. Jangan sakiti perasaan orang lain, kalu kamu enggak mau merasakannya pula di kemudian hari