Gorengan (Makanabis/Edited by HerStory)
Gorengan adalah salah satu menu wajib yang ada di meja makan mayoritas masyarakat Indonesia saat berbuka puasa. Rasanya kurang lengkap kalau buka puasa belum mengonsumsi gorengan, lontong, dan es buah.
Moms, meski demikian, kamu harus hati-hati ya. Pasalnya, mengonsumsi gorengan secara terus menerus bisa memberikan efek buruk bagi tubuh lho. Berdasarkan rangkuman HerStory (24/04/2021), berikut masalah-masalah yang mengintaimu kalau sering konsumsi gorengan saat buka puasa:
Minyak yang digunakan untuk menggoreng berkali-kali berubah menjadi minyak jenuh dan enggak baik untuk kesehatan. Kalau Moms membeli gorengan dengan minyak yang sudah berkali-kali digunakan, kamu patut waspada.
Pasalnya, beberapa jenis gorengan yang digoreng menggunakan minyak sayur atau mentega mengandung lemak trans. Inilah yang menjadi penyebab kolesterol.
Banyak orang yang memilih berbuka puasa dengan makan beberapa gorengan dan minum es teh manis atau es buah. Sayangnya, ini bisa menimbulkan radang tenggorokan.
Tenggorokan yang masih kering dan langsung mengonsumsi gorengan berminyak bisa memicu timbulnya radang ternggorokan.
Gorengan mengandung lemak dari minyak yang membuat makanan ini sulit dicerna. Pencernaan yang kosong akan bekerja lebih keras untuk mencerna lemak tersebut. Dengan begitu, proses pencernaan makanan jadi berlangsung lebih lama dan menganggu serta menghambat saluran pencernaan memproses zat gizi lainnya.
Kalau kita banyak mengonsumsi gorengan saat perut kosong, pencernaan akan sulit mencerna minyak yang terkandung di dalam gorengan itu, Hal inilah yang memicu kita untuk makan berlebihan alias enggak pernah merasa kenyang meski sudah banyak makan.
Makan berlebih ini memiliki pengaruh langsung pada berat badan. Jadi, meski kamu sudah berpuasa seharian, berat badan bisa tetap naik jika kerap mengonsumsi gorengan.
Sfingter esofagus adalah sejenis klep berupa jaringan otot berupa cincin yang berguna sebagai pengontrol asam lambung. Saat mengonsumsi makanan yang digoreng dan tinggi lemak, maka sfingter esofagus bisa melemah. Alhasil, asam lambung jadi lebih mudah rentan naik kembali dari perut ke kerongkongan.
Untuk itu, sebisa mungkin hindari ya, Moms!
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.