Beauty, biduk rumah tangga memerlukan kerja sama yang baik antara sepasang insan yang saling mencinta, istri dan suami. Jika salah satu dari mereka sudah enggak sejalan, perceraian kerap menjadi pilihan. Nah, ngomong-ngomong soal perceraian, tahukah kamu Beauty bahwa faktanya wanita lebih sering menggugat cerai suaminya lho?

Apa ya penyebabnya?

Berdasarkan lansiran dari Psychology Today, Gad Saad, PhD, seorang ilmuwan dari John Molson School of Business di Kanada, menemukan bahwa sebanyak 68,9% kasus perceraian diajukan oleh pihak wanita setelah mengamati ulasan survei tahun 2000 mengenai kasus-kasus perceraian di Amerika Serikat yang diterbitkan dalan jurnal American Law and Economics Review.

Kendati demikian, wanita menggugat bukan tanpa alasan! Untuk lebih jelasnya, berikut alasan kuat kenapa wanita lebih sering meminta cerai daripada pria:

1. Kekarasan Rumah Tangga

Alasan pertama adalah kekerasan dalam rumah tangga, alias KDRT. Faktanya, KDRT lebih dominan menjadikan wanita sebagai korbannya.

Baca Juga: Alexandra Gottardo Digugat Cerai Sang Suami, Gegara Adegan Ranjang dengan Zack Lee?

Sebuah studi yang dilakukan oleh Michael Rosenfeld, seorang dosen sosiologi di Stanford University, wanita enggak kuat menerima perlakuan kasar dari suaminya. Baik itu secara fisik, verbal (dengan kata-kata), psikologis dan emosional (manipulatif alias “gaslighting”), atau bahkan kekerasan seksual (pemerkosaan dalam perkawinan).

Tentu saja, KDRT adalah alasan kuat untuk wanita meminta cerai karena sudah enggak bisa ditoleransi lagi dalam hal ini.

2. Masalah “Siaga 3”

Enggak mungkin dalam rumah tangga, pasangan selalu hidup rukun adem ayem. Masalah tentu ada, mulai dari yang sepele sampai yang perlu siaga 3 alias sudah kelewat gawat.

Terkadang, permasalahan kecil yang selalu ditumpuk dan enggak langsung diselesaikanlah yang menjadi faktor kuat seorang wanita meminta cerai kepada suaminya. Dalam kondisi inilah begitu pentingnya komunikasi bagi setiap pasangan.

3. Merasa kurang puas dengan hubungan yang dijalani

Ekspektasi kadang jauh lebih indah ketimbang kenyataannya. Nah, setiap wanita pasti memiliki ekspektasi yang indah dalam rumah tangga. Jika kenyataannya enggak seperti apa yang mereka harapkan, itu bisa menjadi salah satu alasan mereka memintai berpisah.

Menurut sebuah studi terbitan Journal of Family Issues, pria jauh lebih jarang melakukan pekerjaan rumah daripada istrinya. Hal ini bisa membuat pihak istri merasa diperlakukan enggak adil.

Mereka harus mengurus rumah, merawat anak, sekaligus menjadi istri yang baik, tapi si suami enggak bersedia ikut andil dalam hal-hal yang juga seharusnya menjadi tanggung jawab dirinya.