Menu

Lagi Viral, Benarkah Masak Menggunakan Air Fryer Bikin Makanan Lebih Sehat?

29 April 2021 08:15 WIB
Lagi Viral, Benarkah Masak Menggunakan Air Fryer Bikin Makanan Lebih Sehat?

Memasak menggunakan air fryer. (pinterest/freepik)

HerStory, Jakarta —

Belakangan banyak orang yang mulai membeli alat memasak air fryer. Alat ini digadang-gadangkan bisa membuat makanan lebih sehat karena tak perlu menggunakan minyak.

Seperti diketahui bahwa penelitian telah menunjukkan minyak dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Sementara penggunaan air fryer berguna untuk memasak ayam, ikan dan sayur dengan hasil yang mirip seperti digoreng dengan minyak.

Di samping popularitasnya, ternyata ada isu bahwa penggunaan air fryer berbahaya untuk kesehatan. Apakah itu mitos atau fakta ya?

“Menggoreng dengan air fryer adalah salah satu cara terbaik untuk mendapatkan tekstur dan rasa yang sama dari menggoreng dengan minyak panasa,” kata ahli gizi ahli diet (RDN) terdaftar Bansari Acharya dikutip Huffpost (29/4/2021).

“AIr fryer menjaga nutrisi dalam makanan karena tak memaparkan makanan ke minyak panas. Ini juga mengurangi jumlah lemak trans dan lemak jenuh dalam makanan, mengurangi risiko penyakit jantung," tambah Acharya.

Jika dibandingkan menggoreng dengan minyak panas, penggunaan air fryer jelas merupakan pilihan yang lebih sehat. Itu karena air fyrer hanya menggunakan panas dan kipas yang kuat untuk memasak makanan dengan efisien dan merata. Memasak dengan air fryer tak membutuhkan minyak.

“Karena memasak dengan air fryer membutuhkan sedikit minyak goreng, itu membuat makanan yang dimasak memiliki lemak yang jauh lebih sedikit daripada metode menggoreng tradisional dengan direndam minyak panas,” kata ahli gizi diet (RDN) Morgyn Clair kepada HuffPost.

Beberapa makanan ada yang berubah menjadi lebih bergizi saat digoreng, sementara ada juga yang kehilangan nutrisi ketika digoreng. Jenis makanan yang digoreng dapat membuat perbedaan dalam hal nilai gizinya. Makanan tertentu bisa menjadi lebih bergizi saat digoreng dengan menggunakan air fyer.

“Ketika dimasak dengan konveksi panas, pati resisten pada ubi jalar, ubi jalar, jagung, kacang-kacangan dan kacang-kacangan lebih mudah dicerna bagi kebanyakan orang dan oleh karena itu meningkatkan ketersediaan hayati nutrisi,” kata ahli diet terdaftar Ella Davar.

Berbeda cerita dengan daging dan keju. Kedua makanan itu bisa menjadi kurang bergizi saat digoreng.

"Advanced Glycation End-products (AGEs) terbentuk saat makanan terpapar suhu tinggi dan metode memasak kering (seperti penggunaan air fryer). AGEs mempercepat proses penuaan, dan berhubungan dengan peningkatan risiko demensia. Makanan yang kaya protein dan lemak, seperti daging dan keju, membentuk tingkat AGE tertinggi saat dimasak pada suhu tinggi," ujar ahli diet terdaftar Karen Smith.

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Oleh: Nada Saffana

Artikel Pilihan