Masih banyak yang belum mengetahui apa efek jangka panjang dari bahan kimia dalam produk perawatan kulit bayi. Melansir mustelausa, para peneliti percaya bahwa si kecil lebih rentan terhadap penyakit jika mereka terpapar bahan-bahan berbahaya sejak dini.

Dalam jangka pendek, paparan bahan-bahan tertentu dapat menyebabkan reaksi alergi ringan, ruam, jerawat, dan iritasi ringanĀ  pada kulit bayi yang ahlus. Itulah mengapa sangat penting untuk memilih bahan perawatan kulit yang berkualitas tinggi. Berikut ini beberapa bahan yang harus dihindari untuk perawatan kulit bayi.

1. Phenoxyethanol

Phenoxyethanol adalah bahan kimia yang diproduksi secara sintetis digunakan untuk melawan bakteri. Phenoxyethanol dapat berdampak pada sistem saraf anak. Selain itu juga dapat mengiritasi kulit serta dapat menyebabkan muntah dan diare jika digunakan pada konsentrasi tertentu.

Baca Juga: Skincare Apa yang Aman untuk Wajah Ketika Sedang Hamil?

2. Paraben

Paraben banyak digunakan sebagai pengawet di industri makanan dan kosmetik, tetapi kandungan itu dapat mengiritasi kulit bayi. Selain itu, paraben diketahui dapat mengganggu fungsi hormon. Ketika sistem hormon bayi belum matang, paraben dapat menyebabkan kerusakan yang enggak dapat diperbaiki pada sistem endokrin mereka yang sedang berkembang.

3. Sulfat

Sulfat digunakan dalam shampo dan produk pembersih tubuh karena mengandung deterjen dan dapat berbusa. Namun, sulfat mudah diserap tubuh dan sering menyebabkan iritasi mata, ruam kulit, rambut rontok, kulit kepala seperti berketombe, dan reaksi alergi pada bayi.

4. Alkohol

Alkohol umumnya digunakan dalam produk perawatan kulit orang dewasa ditujukan agar cepat kering dan terasa ringan pada kulit. Tetapi alkohol bisa membuat kulit sangat kering dan dapat mengiritasi kulit bayi yang lembut. Oleh sebab itu, alkohol tidak boleh digunakan dalam produk perawatan kulit untuk si kecil.

Setiap kali Anda berbelanja produk perawatan kulit untuk bayi, pastikan produk-produk tersebut bebas henoxyethanol, paraben, sulfat, dan bebas alkohol. Dengan sedikit usaha dan banyak membaca label kandungan produk, membuat si kecil tetap aman.