Potret bayi yang sedang tertidur. (Unsplash/Dakota Corbin)
Menjadi orang tua baru tentu sangat menyenangkan. Namun, saking bahagiannya di sisi lain ada banyak hal yang membuat para orang tua khawatir dengan tumbuh kembang si kecil. Salah satu hal yang membuat orang tua khawatir adalah ketika bayi mengalami cegukan.
Melansir verywell family (3/5/2021) bayi cenderung sangat sering mengalami cegukan. Untungnya, sebagian besar kasus cegukan bayi memiliki penyebab yang tak berbahaya, dan bahkan cegukan yang sering enggak memberikat penyakit yang beragam.
Untungnya, sebagian besar kasus cegukan bayi memiliki penyebab yang tak berbahaya, dan bahkan cegukan itu tak perlu dipikirkan.
Sebelum kita dapat memahami kasus cegukan pada bayi, kita harus memahami apa yang terjadi pada tubuh bayi saat cegukan terjadi. Sederhananya, cegukan adalah kontraksi yang tak disengaja dari otot diafragma tubuh. Setiap kali diafragma berkontraksi, otot-otot di sekitar pita suara ikut menutup, ituyang menyebabkan suara cegukan yang khas.
Cegukan adalah refleks, mirip dengan batuk atau bersin, sesuatu yang dilakukan tubuh tanpa dipikirkan. Bayi terlahir dengan banyak reflek, antara lain refleks menghisap, refleks rooting, dan refleks kaget.
Kebanyakan kasus cegukan pada orang dewasa disebabkan oleh minum sesuatu yang terlalu cepat, gangguan pencernaan, makan terlalu banyak, menelan udara saat makan, minum minuman berkarbonasi, stres emosional, atau bahkan perubahan tekanan udara. Cegukan pada bayi memiliki penyebab yang serupa, meskipun bayi jelas tak mengonsumsi makanan dan minuman yang sama seperti orang dewasa!
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.