Keluar dari hubungan yang penuh kekerasan memang enggak mudah. Tetapi, setiap orang pantas hidup bebas dari rasa takut, apalagi dari orang yang dicintai.

Banyak orang terjebak dalam hubungan yang abusive baik secara verbal maupun non verbal. Hal ini tentu tak baik untuk dilakukan karena akan menyakiti salah satu pihak yang diperlakukan secara tak pantas.

Meski sudah mengetahui bahwa hubungan tersebut tak sehat, masih banyak orang yang terjebak dan memilih untuk bertahan dengan pasangan yang abusive.

Ketika berada dalam hubungan yang penuh kekerasan, perpisahahan enggak sesederhana itu. Mengakhiri hubungan bukanlah hal mudah.

Pasangan yang diperlakukan secara kasar biasanya berharap akan ada keajaiban hingga memilih untuk bertahan. Ia menaruhkan ekspektasi kepada pasangannya agar bisa berubah.

Jika kamu berharap pasangan akan berubah, itu akan sulit jadi kenyataan. Para pelaku kekerasan memiliki masalah emosional dan psikologis yang dalam. Meskipun masih ada kemungkinan untuk berubah, proses itu enggak terjadi dengan mudah dan cepat. Dan perubahan hanya bisa terjadi setelah pelaku bertanggung jawab penuh atas perilakunya, mencari perawatan profesional, dan berhenti menyalahkan orang lain.

Oleh sebab itu, jangan terjebak oleh kebingungan, rasa bersalah, atau menyalahkan diri sendiri. Satu-satunya hal yang penting adalah keselamatan dirimu.

Baca Juga: 4 Tanda Kamu Pacaran dengan Orang yang Narsis, Apakah Kamu Salah Satunya?

Hal yang perlu diingat ketika mengalami kekerasan dari pasangan:

  • Jangan menyalahkan diri sendiri ketika mendapatkan perlakuan kasar dari pasangan.
  • Perlakuan kasar tak sebaiknya dilakukan apapun yang terjadi.
  • Kamu pantas diperlakukan dengan hormat.
  • Kamu berhak mendapatkan kehidupan yang aman dan bahagia.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas