Salah satu penulis sekaligus komedian, Raditya Dika dan istrinya, Anissa Azizza tampaknya tengah merasa sangat bahagia. Pasalnya, putri pertama bernama Alinea Ava Nasution baru saja berulang tahun yang kedua pada 6 Mei 2021 hari ini.

Sebagai orang tua, Raditya dan Anissa pun tak mau melewatkan momen spesial tersebut. Bahkan putri pertamanya itu mendapatkan kado yang tak biasa.

Lewat unggahan terbaru Raditya di Instagram, ia memperlihatkan tengah memberikan hadiah berupa saham untuk sang putri tercintanya. Bahkan saham yang diberikannya itu berdasarkan perusahaan dari makanan hingga produk eskrim kesukaan Alea.

"Selamat ulangtahun Alinea Ava Nasution, berhubung gak bisa kadoin liburan (karena lagi pandemi) dan kakak baru beli mainan juga, ulangtahun kali ini kadonya dari papa dan mama beliin saham aja ya," tulis Radit mengawali ulasan pada foto postingannya.

"Kakak lahir tanggal 6 bulan 5. Jadi, 6 lot saham perusahaan yg makanan bayi/balitanya kakak suka. Lalu 5 lot perusahaan yang es krimnya kakak suka (hampir tiap hari minta!)," sambungnya.

Selain itu, Raditya pun mengatakan jika putrinya sudah berumur 17 tahun, saham atas namanya akan segera diahlihkan atas nama putrinya itu.

Ia juga berharap untuk perusahaan yang dipilihnya terus tumbuh agar sang putri nantinya dapat menikmati keuntungannya dan menabung saham sejak dini.

"Nanti pas umur 17 tahun pas udah bisa punya RDN bakal aku alihkan, mudah2an perusahaannya makin bertumbuh dan kakak bisa langsung memahami apa itu kekuatan compounding returns. Love you much," sambungnya.

Postingannya itu pun dibanjiri oleh banyak komentar iri dari para warganet. Banyak yang mengatakan lantaran mereka ingin menjadi anaknya Raditya Dika.

"Mau jd anaknya bg radit jg" tutur @stv.78_

"Kenapa aku tidak dilahirkan jadi Alea" ucap @rich_magnete

"Astaga bagi-bagi dong sahamnya kaka Leaaa" kata @silmiafkarina_

Baca Juga: Heboh! Ada Netizen yang Sudah Ramal Nama Panjang Anak Raditya Dika

"Radit adopsi gw jadi anak lu plis" ujar @snabila.chn

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas