Banyak pasangan yang baru menikah ingin langsung memiliki anak. Untuk itu, saat masih lajang berbagai cara dilakukan untuk meningkatkan kesuburannya. Salah satu cara yang digadang-gadang baik untuk kesuburan adalah dengan mengonsumsi nanas. Apakah itu fakta atau hanya mitos semata?

Ternyata nanas disebut sebagai buah yang bisa membuat wanita cepat hamil karena mengandung bromelain, agen anti-inflamasi dan anti-koagulasi (pengencer darah) yang, menurut studi tahun 2012, dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh.

Kandungan ini dapat meningkatkan implantasi dengan meningkatkan aliran darah ke rahim. Makan nanas, di mana kandungan bromelain paling tinggi, mungkin memiliki efek menguntungkan pada lapisan rahim setelah ovulasi atau transfer embrio, namun penelitian yang mendukung efek ini belum dilakukan.

Meskipun data pasti mengenai buah kesuburan ini belum begitu banyak, tak ada salahnya untuk memasukkannya nanas ke dalam menu makananmu. Terlepas dari itu, gaya hidup dan diet sehat penting dalam meningkatkan kesuburan. Konsultasi dengan ahli gizi dapat menjadi langkah pertama yang berguna dalam menavigasi perjalanan kesuburan.

 "Diperkirakan bahwa enzim dalam jus nanas atau batangnya, yang disebut bromelain, dapat membantu peradangan," kata Dr. Renee Wellenstein, M.D., seorang dokter bersertifikat dewan ganda di Obstetrics & Gynecology and Functional Medicine dikutip dari Parents (10/5/2021).

"Meskipun ini belum terlalu terbukti untuk membantu peluang hamil, saya percaya bahwa vitamin C dalam nanas, yang membantu mendukung sistem kekebalan, adalah pilihan yang sehat bagi wanita mana pun yang mencoba untuk hamil," tambahnya lagi.

Baca Juga: Biar Cepat Punya Momongan, Begini Cara Mengetahui Tingkat Kesuburan Wanita...

Namun, perlu diingat bahwa bromelain mungkin tak aman dikonsumsi oleh wanita yang sudah mengonsumsi obat antikoagulasi. Jika kamu sudah menjalani pengobatan pengencer darah, konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi nanas untuk meningkatkan kesuburan.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas