Kentang dapat diolah menjadi aneka masakan yang menggugah selera. Di balik cita rasanya, makanan ini ternyata tak begitu baik dikonsumsi terutama bagi wanita yang berada di usia produktif.

Wanita yang banyak mengonsumsi kentang sebelum hamil memiliki risiko tinggi mengalami diabetes gestasional. Ini adalah jenis diabetes yang terjadi selama masa kehamilan.

Kentang sebenarnya kaya akan vitamin C, kalium, serat makanan, dan phytochemical. Namun, kentang juga mengandung banyak pati yang cepat diserap sehingga dia memiliki efek buruk pada metabolisme glukosa. Bahkan tingginya konsumsi kentang terkait dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2.

Dilansir dari medicaldaily.com, (10/05/2021) penelitian yang dilakukan oleh National Institutes of Health terkait dengan hal itu ingin melihat hubungan antara kentang dengan diabetes gestasional. Diabetes ini tak hanya menyebabkan kadar gula darah tinggi pada sang ibu, tetapi dapat juga menyebabkan gangguan kesehatan pada ibu dan anak.

Kolaborasi tim peneliti dari National Institutes Health dan harvard University melakukan survei pada 15.000 wanita. Setiap empat tahun sekali, para peserta tersebut diminta untuk mengisi kuesioner tentang makanan yang sering mereka konsumsi.

Para wanita tersebut juga melaporkan seberapa sering mereka mengonsumsi kentang dengan cara direbus, dipanggang, digoreng, ditumbuk atau dijadikan keripik. Hasil survei menunjukkan bahwa wanita yang lebih sering mengonsumsi kentang memiliki risiko yang lebih tinggi terkena diabetes gestasional dibandingkan dengan mereka yang jarang mengonsumsinya.

Baca Juga: Ternyata Kentang Bisa Menghilangkan Kantung Mata Lho! Begini Cara Penggunaanya

Para peneliti mengaku masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan bahwa kentang secara langsung mengarah pada diabetes gestasional. Meskipun begitu, para peneliti menyarankan agar para wanita tetap harus waspada terhadap kentang yang dikonsumsinya. 

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas