Moms pasti pernah memerhatikan tubuh si kecil. Saat bayi, mereka memang punya tubuh yang unik. Perutnya lebih besar dan lebih tinggi posisinya dibandingkan dengan dada ketika terlentang. Hal inilah yang menyebabkan orang tua zaman dahulu menggunakan gurita untuk membentuk perut bayi menjadi datar.

Selain gurita, bedong juga sering dipakaikan pada si kecil. Alasannya, supaya kaki bayi bisa lurus. Padahal, posisi kaki bayi yang bengkok itu bahaya lho Moms kalau diluruskan. 

Perkembangan otot dan tulang pinggul bayi bisa terganggu karena bedong. Lebih parah, bedong terlalu kencang ini juga bisa menyebabkan si kecil mengalami tulang bergeser ataupun pertumbuhan yang ttak normal.

Jadi, sebenarnya bolehkah bayi menggunakan gurita dan bedong? Dikutip dari berbagai sumber, (18/05/2021) Moms sebenarnya boleh-boleh saja memakaikan gurita dan bedong pada bayi. Asalkan jangan terlalu kencang saat mengikatnya ya, Moms!

Pemakaian gurita yang terlalu kencang sangat tak baik bagi pernapasan bayi. Bayi belum bisa bernapas melalui paru-paru dengan baik lho Moms. Mereka masih menggunakan pernapasan perut. Kalau Moms mengikat perutnya, terbayang, kan bagaimana sesaknya si kecil?

Begitu pula dengan kain bedong. Bedong memang bertujuan untuk menghangatkan bayi. Tetapi, tak perlu dikenakan secara ketat sampai kaki bayi terbujur lurus dan kaku. Bayi baru lahir yang normal memang aktif bergerak dan biasa menekuk kaki serta tangannya seperti katak. Hal itu menunjukkan kekuatan otot si bayi cukup baik. 

Baca Juga: Tidur Telungkup Tingkatkan Risiko Kematian Bayi? Ini Faktanya

Kalaupun Moms ingin tetap menggunakan gurita dan bedong dengan alasan menghangatkan tubuh, kenakan gurita dan bedong secara longgar khususnya setelah mandi supaya bayi cepat merasa hangat. Namun perlu diingat, seiring dengan tumbuh kembangnya, perut bayi akan mengecil dengan sendirinya dan kaki bayi tak sebengkok seperti baru lahir. 

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas