Semua pasangan pasti ingin memiliki hubungan yang terus harmonis. Berbagai cara dilakukan guna menghempaskan masalah yang ada dalam hubungan. Cara yang dilakukan mulai dari menurunkan ego masing-masing hingga berusaha pengertian saat terjadi masalah.

Tapi, ada cara mudah yang bisa dilakukan saat ingin memperkuat hubungan asmara lho. Enggak perlu repot, berpegangan tangan dengan pasangan bisa menjadi solusi ketika kamu sudah mulai merasa ada yang tak beres dalam hubungan yang sedang di jalin.

Sebuah studi tahun 2006 yang dilakukan oleh psikolog Universitas Virginia, Dr. James Coan, menunjukkan bahwa berpegangan tangan bisa menurunkan stres dalam tubuh. Ketika ada masalah dalam hubungan, tentu masing-masing pihak akan merasa stres dan berpegangan tangan bisa bermanfaat untuk meringankan masalah itu.

Dilansir dari laman Your Tango (19/5/2021) studi ini melibatkan 16 wanita yang pernikahannya sangat bahagia. Mereka dilibatkan dalam situasi stres sambil memantau aktivitas otak dengan mesin f.M.R.I. Setelah memberikan kejutan listrik kepada setiap wanita, para peneliti mengukur aktivitas yang dihasilkan di area respons stres di otaknya. Peneliti kemudian mengulangi kejutan itu saat para wanita memegang tangan orang asing kemudian sambil memegang tangan suaminya.

Hasil studi ini menunjukkan bahwa ketika menggenggam tangan pasangan terdapat lebih sedikit stres pada otak wanita dibandingkan ketika menggenggam tangan orang asing. Itu berarti bahwa berpegangan tangan bisa membuat stres berkurang dilihat dari respon otak.

Baca Juga: Ingin Suami Makin Perkasa di Ranjang? Coba Berikan 3 Minuman ini Deh, Dijamin Bikin Kamu Makin Puas!

Ketika pasangan sering berpegangan tangan, tentu mereka akan terhindar dari stres. Ketika tak mengalami stres, tentu tubuhnya akan menjadi lebih sehat. Dan hubungan yang lebih sehat membuat suatu hubungan menjadi lebih bahagia. Jadi, berpegangan tangan bukan hanya baik untuk hubungan tetapi juga bisa memberi manfaat kesehatan.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas