Pesatnya perkembangan teknologi dari masa ke masa memengaruhi masyarakat dalam mengelola informasi. Akses digital yang mampu menembus batas ruang dan waktu memberi kemudahan bagi masyarakat untuk mendapat informasi dari seluruh penjuru dunia, bahkan hanya dalam hitungan detik. 

Seakan menegaskan bahwa hal tersebut sudah menjadi kebutuhan, akses digital membuat informasi yang diterima masyarakat begitu melimpah, baik didapat dari internet, media sosial, maupun media digital lain. Pada akhirnya, masyarakat dihadapkan dengan sebuah fenomena yang disebut sebagai ledakan informasi (information explotion), yakni keadaan yang mana informasi begitu melimpah hingga sulit dikendalikan.

Tanpa disadari, ledakan informasi tersebut memiliki dampak buruk bagi masyarakat yang tak awas dalam menelaah informasi yang diterima. Kemampuan literasi yang tak memadai, khususnya membaca dan memilah informasi, dapat membuat masyarakat terjebak dalam informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Budaya literasi membaca di masyarakat Indonesia memang masih minim. Bahkan, UNESCO menyebutkan bahwa Indonesia berada di urutan kedua dari bawah dalam hal literasi. Menurut riset dalam tajuk World’s Most Literate Nations Ranked yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity, Indonesia menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca ini. Posisi ini persis berada di bawah Thailand yang menduduki peringkat ke-59 dan di atas Bostwana di peringkat ke-61.

Minat masyarakat Indonesia untuk membaca pun dinilai memprihatinkan, yakni dengan persentase hanya mencapai 0,001%. Itu artinya, dari 1.000 orang di Indonesia, hanya 1 orang yang rajin membaca.  Ironisnya, minat membaca yang rendah ini berbanding terbalik dengan penggunaan internet dan media sosial di Indonesia, yang jumlahnya justru sangat signifikan. Aktif menggunakan smartphone menjadi salah satu pemicu lonjakan penggunaan internet dan sosial media di Indonesia. 

Kementerian Komunikasi dan Informatika menyatakan, penggunaan internet di Indonesia sangat tinggi. Kondisi ini tak lain didorong oleh banyaknya jumlah penggunaan smartphone yang mencapai 167 juta orang atau sekitar 89i penduduk Indonesia.

Baca Juga: 6 Perpustakaan Terkeren di Dunia, Bikin Betah Baca Nih! #BacaSampaiTuntas