Seiring berjalannya waktu, banyak oranh berjuang untuk menghadapi penyakit diabetes. Umumnya, penyakit diabetes menyerang orang dewasa, namun ternyata anak-anak juga bisa didiagnosis menderita diabetes lho.

Ada banyak penelitian yang menyebutkan bahwa diabetes dapat menyerang semua orang dari segala usia termasuk bayi dan anak-anak. Melansir laman Moms (25/4/2021) ada dua jenis penyakit diabetes, yakni tipe 1, yang merupakan penyakit autoimun dan juga eiabetes tipe 2 sebagian besar dikaitkan dengan peningkatan berat badan.

Menurut Stony Brook University, sekitar satu dari setiap 400 anak didiagnosis mengidap diabetes tipe 1. Untuk diabetes tipe 1, faktor penyebabnya meliputi riwayat penyakit dalam keluarga, genetika, dan paparan virus tertentu sehingga dapat menyebabkan anak terkena diabetes.

Untuk diabetes tipe 2, riwayat keluarga, genetika, dan virus tertentu juga berperan menjadi penyebabnya. Namun, ras, berat badan, ketidakaktifan tubuh, usia, jenis kelamin dan kelahiran prematur juga dapat menyebabkan anak bisa mengidap penyakit berbahaya itu. Berkenaan dengan ras, anak-anak kulit putih lebih mungkin untuk mengembangkan diabetes tipe 1 sementara anak-anak Afrika-Amerika, Hispanik, Amerika Asli, Asia Amerika dan Kepulauan Pasifik lebih rentan terhadap diabetes tipe 2.

Apa Gejalanya?

Gejala diabetes tipe 1 diketahui berkembang dengan cepat, menurut Mayo Clinic. Ini termasuk rasa haus yang meningkat, rasa lapar yang berlebihan, penurunan berat badan yang tiba-tiba, kelelahan, mudah tersinggung atau perubahan perilaku, napas berbau buah, dan sering buang air kecil (seperti kemungkinan mengompol).

Baca Juga: Mengenal 8 Jenis Feses Bayi, Dari yang Normal hingga Menunjukkan Penyakit Serius!

Sementara untuk penderita diabetes tipe 2 biasanya mengalami kehausan, sering buang air kecil, kelelahan, penglihatan kabur, area kulit berbintik-bintik dan penurunan berat badan. Jika gejala tersebut dialami oleh anakmu, segera periksakan ke dokter. Enggak ada salahnya menghubungi dokter untuk mengevaluasi kesehatan anak secara menyeluruh.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas