Bercinta merupakan salah satu cara melampiaskan gairah kepada pasangan. Ini bisa jadi salah satu cara untuk meredakan stres juga lho. Pasalnya ketika bercinta tubuh menjadi lebih rileks karena bahan kimia dalam tubuh dilepaskan.

Selain itu, bercinta juga dapat memicu hormon endorfin dalam tubuh. Endorfin adalah neurotransmiter yang terkait dengan perasaan bahagia yang dapat meningkatkan suasana hati secara keseluruhan.

Namun, ternyata ada lho beberapa orang yang merasa hampa, kosong, sedih bahkan merasa malu setelah melakukan hubungan seks dengan pasangannya. Sebenarnya apa penyebabnya?

Kondisi itu disebut oleh para peneliti sebagai "disforia pasca-coital". PCD, sebagaimana disebut oleh para peneliti adalah suatu kondisi yang ditandai dengan perasaan gelisah, melankolis, cemas atau sedih setelah hubungan seksual, bahkan ketika hubungan seksual itu berjalan dengan baik dan suka sama suka. Kondisi PCD ini bisa berlangsung antara lima menit hingga dua jam.

Banyak penelitian telah meneliti tiga fase pertama dari siklus respons seksual manusia (kegembiraan, dataran tinggi, orgasme), tetapi fase resolusi sering kali terabaikan. Dalam studi 2015 di Journal of Sexual Medicine, hampir setengah dari wanita yang disurvei melaporkan mengalami PCD di beberapa titik dalam hidup mereka, dan sekitar 5 persen mengatakan mereka merasakannya secara teratur dalam sebulan terakhir.

Sebuah studi baru dari peneliti yang sama yang diterbitkan pada bulan Juni menunjukkan bahwa PCD hampir sama lazimnya pada pria: Dalam survei online terhadap 1.208 peserta pria, sekitar 40 persen pria mengatakan mereka pernah mengalami PCD dalam hidup mereka, dan 4 persen mengatakannya adalah kejadian biasa.

Baca Juga: Ingin Suami Makin Perkasa di Ranjang? Coba Berikan 3 Minuman ini Deh, Dijamin Bikin Kamu Makin Puas!

Hal itu sangat umum dialami pada pria maupun wanita, sebuah penelitian terhadap anak kembar menunjukkan bahwa genetika mungkin memainkan beberapa peran dalam kondisi PCC. Kondisi PCD adalah puncak dari faktor fisik dan psikologis. Secara fisik, orgasme mengaktifkan banjir endorfin dan hormon perasaan senang lainnya, tetapi diikuti oleh prolaktin neurokimiawi, yang terkadang mengakibatkan penurunan rasa semangat dan gairah seks.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas