Beauty, berdasarkan pernyataan Kemenag per Agustus 2020 sebanyak 306.688 pasangan suami istri di Indonesia berakhir dengan perceraian atau perpisahan. Tingginya presentasi itu, membuktikan betapa pentingnya untuk mengetahui formula atau rahasia yang bisa mempertahankan rumah tangga.

Dengan begitu, para ilmuwan mencoba untuk menemukan cara agar pernikahan tetap berlangsung lama. Melansir laman Bright side (27/5/2021) dalam penelitian, para ilmuwan menjelaskan bahwa semua pasangan pasti akan mengalami pertengkaran, tetapi pasangan yang bahagia akan bertengkar dengan cara yang khusus. Pertengkaran dalam rumah tangga umumnya meliputi bahasan anak-anak, uang, mertua, dan kurangnya romansa atau keintiman fisik.

Mungkin banyak yang bertanya-tanya mengapa ada pasangan yang terus bertengkar, namun hubungannya tetap bertahan dan tak sampai perceraian. Para ilmuwan pun mengatakan bahwa ketika bertengkar, masing-masing individu harus mengetahui bahwa keduanya bertengkar untuk mencari jalan ke luar bukan untuk berpisah.

Penelitian ini mengamati 2 kelompok pasangan yang sudah menikah. Satu kelompok terdiri dari 57 pasangan berusia pertengahan hingga akhir 30-an yang telah menikah rata-rata selama 9 tahun. Kelompok kedua terdiri dari 64 pasangan berusia awal 70-an yang telah menikah rata-rata selama 42 tahun.

Hasilnya para ilmuwan menemukan bahwa pasangan yang bahagia lebih suka membahas masalah yang memiliki solusi. Mereka hampir enggak pernah memilih untuk membahas masalah yang sulit diselesaikan. Pasangan yang bahagia memilih untuk menghindari masalah yang paling membuat stres karena mereka peduli dengan perasaan pasangan.

Baca Juga: Dear Working Moms, Enggak Punya ART Enggak Masalah! Ini 5 Tips Urus Keperluan Rumah Tangga

Sebagai bonus, peneliti juga telah memperhatikan hubungan antara kebahagiaan dan lamanya pernikahan. Semakin lama kamu bersama, semakin sedikit masalah dan perkelahian yang akan dihadapi. Jadi pada dasarnya seiring berjalannya waktu, pasangan memutuskan untuk tak bertengkar mengenai hal-hal sepele.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas