Berada dalam hubungan yang sehat terbukti memberikan manfaat bagi kesehatan, termasuk umur yang lebih panjang. Sekarang, sebuah penelitian baru melaporkan bahwa orang yang sudah menikah tampaknya memiliki risiko penyakit jantung yang lebih rendah.

Ulasan tersebut, yang diterbitkan dalam jurnal Heart, menganalisis lebih dari 30 penelitian yang melibatkan lebih dari dua juta orang. Studi tersebut mencakup informasi tentang status perkawinan seseorang dan risiko mereka mengalami masalah kesehatan terkait jantung. Diperkirakan 80 persen risiko seseorang terkena penyakit kardiovaskular terkait dengan masalah seperti genetika atau masalah kesehatan lainnya seperti tekanan darah tinggi atau diabetes. Tetapi faktor lain, seperti jejaring sosial atau hubungan pernikahan, dapat memengaruhi 20 persen risiko lainnya.

Melansir laman Time (27/5/2021) data menunjukkan bahwa orang yang belum menikah berisiko 42 persen lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular dan risiko terkena penyakit arteri koroner 16 persen lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang sudah menikah.

Enggak hanya itu, orang yang belum menikah juga berisiko lebih tinggi meninggal karena masalah jantung. Bagi orang yang pernah menikah, risiko penyakit jantung lebih tinggi dibandingkan orang yang saat ini sudah menikah.

Orang yang bercerai memiliki risiko sekitar 35 persen lebih tinggi terkena penyakit jantung, dan orang yang menjanda memiliki risiko 16 persen lebih tinggi untuk mengalami stroke. Studi ini bersifat observasional, artinya peneliti tak dapat memastikan secara pasti apakah perbedaan antara orang yang menikah dan yang belum menikah disebabkan oleh faktor-faktor lain.

Mengapa orang yang sudah menikah tampaknya terlindungi dari beberapa risiko penyakit jantung?

Baca Juga: Benar Nggak Nih? Ini 5 Hal yang Diinginkan Wanita Setelah Menikah

Peneliti berspekulasi bahwa jika pasangan yang sudah menikah sama-sama bekerja, penghasilan ganda juga bisa berarti mereka memiliki perawatan kesehatan yang lebih baik. Di sisi lain, stres akibat perceraian juga dapat menggarisbawahi risiko penyakit jantung yang lebih tinggi, karena stres dianggap memperburuk kesehatan jantung dan memperburuk masalah kesehatan lainnya.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas