Enggak semua pasangan suami istri menyadari pentingnya usaha dari kedua belah pihak agar pernikahan bisa berjalan lancar dan bertahan dalam waktu yang lama. Pasalnya sesuai dengan pernyataan Kemenag per Agustus 2020 sebanyak 306.688 pasangan suami istri di Indonesia berakhir dengan perceraian atau perpisahan. 

Ternyata ada sebuah penelitian dari Slater dan Gordon Lawyers yang mengidentifikasi di tahun pernikahan ke berapa yang paling bahagia dan paling sulit dijalani oleh sepasang suami istri. Ada yang berpendapat bahwa pernikahan menjadi mulai sulit dijalani saat memasuki usia 3 tahun, tapi ada juga yang menyebut di usia 5 tahun.

Kenyataannya berdasarkan penelitian, pasangan yang menikah selama 3 tahun baru memasuki tahap menerima kelemahan pasangannya masing-masing. Selain itu, di usia 3 tahun masing-masing pasangan mulai merasa lebih nyaman. Juga umumnya pada tahun ke-3 pasangan memutuskan untuk memiliki bayi. Alhasil, hubungan mereka menjadi lebih kuat. Ini adalah tahun ke-3 pernikahan yang diyakini paling membahagiakan.

Berdasarkan penelitian, masalah biasanya muncul pada tahun ke-5 kehidupan keluarga. Selama kurun waktu tersebut, anak-anak masih kecil dan menuntut banyak pengasuhan. Ini sangat sulit untuk digabungkan dengan pekerjaan, rumah tangga, dan masalah sehari-hari lainnya. Setelah 5 tahun bersama, pasangan mulai memikirkan perceraian. Oleh sebab itu, tahun ini diyakini akan menjadi tahun tersulit.

Jika pasangan tetap bersama setelah 5 tahun menikah, ada tahun terberat lain yang mungkin akan dihadapi. Ya, ini adalah tahun ke-7 kehidupan keluarga.  Para ahli dibidang pernikahan menyebut usia 7 tahun pernikahan sebagai "tembok".

Baca Juga: Ingin Suami Makin Perkasa di Ranjang? Coba Berikan 3 Minuman ini Deh, Dijamin Bikin Kamu Makin Puas!

Di usia pernikahan ke-7 kehidupan keluarga menjadi rutinitas, namun di sisi lain ada juga masalah keuangan, masalah pengasuhan anak, dan pertengkaran tentang berbagi tanggung jawab rumah tangga. Tahun ke-7 adalah periode yang sangat rumit. Jika pasangan berhasil melewatinya bergandengan tangan, maka pernikahan yang kuat dan bahagia akan menanti mereka.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas