Setelah melahirkan, ibu pasti ingin memberikan ASI ekslusif kepada buah hatinya. Namun, enggak semua wanita berkesempatan untuk mengASIhi si kecil. Mungkin karena kondisi kesehatan yang kurang memungkinkan atau bisa juga karena ada tanggung jawab lain yang harus dikerjakan sehingga ibu tak bisa menyusui anaknya secara langsung.

Padahal menyusui bisa menjadi salah satu cara membuat anak lebih tenang saat tantrum lho. Tapi, beberapa ibu menggunakan empeng atau pacifier yang juga memiliki banyak manfaat. 

Tak dapat disangkal bahwa empeng dapat menenangkan bayi, terutama jika bayi sangat ingin mengisap. Lantas, haruskah bayi diberikan empeng?

Pasti ini adalah kegalauan sebagian besar ibu, apakah harus memberikan empeng atau enggak. Faktanya empeng dapat menjadi komponen penting untuk mengurangi intensitas bayi rewel. 

Selain itu, empeng bisa menyelamatkan nyawa bayi lho. Penelitian telah menghubungkan penggunaan empeng dengan penurunan risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS). Satu teori mengapa mengatakan bahwa mengisap empeng bisa membantu membuka ruang udara di sekitar mulut dan hidung bayi, yang memastikan ia mendapat cukup oksigen.

Baca Juga: Bayi Sering Kentut, Wajar atau Gak Sih?

Di sisi lain, beberapa bayi menunjukkan rasa kurang tertarik dengan penggunaan empeng, terutama jika mereka telah nyaman mengemjt jari. Dan dot juga memiliki beberapa kekurangan. Jadi sebagai orang tua, pertimbangkan positif dan negatifnya sebelum memberikan empeng kepada di kecil.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas