Pandemi membuat seluruh kegiatan manusia di luar ruangan menjadi terbatas. Hal ini termasuk salah satunya dalam kegiatan belajar. Anak pun terkadang merasa cepat bosan ketika berada di rumah. 

Untuk itu, mengikuti kursus online bagi anak dapat menjadi aktivitas yang dapat dilakukan selama di rumah, lho Moms. Selain dapat menghilangkan kebosanan anak, mengikuti kursus ini juga dapat mengembangkan kreativitas anak.

Berikut beberapa kursus online yang dapat diikuti anak:

1. Kursus Literasi Anak di Selingkar

Selingkar menyediakan pengajaran di bidang literasi. Materi yang akan diajarkan nantinya, yaitu literasi dasar, menulis kreatif, litmatika, membuat buku interaktif, membuat komik, membuat surat pendek, hingga seni dan sains. Kursus ini dapat menumbuhkan minat anak akan dunia literasi.

2. Kursus Seni di Ganara Art

Kursus seni ini akan mengajarkan anak seperti melukis, menggambar, kerajinan tanah liat, kids pottery. Kegiatan seni ini juga pastinya akan mengembangkan kreativitas dan imajinasi anak di bidang kesenian.

3. Kursus Musik Online di Modern Kawai Music School

Adanya pembelajaran musik secara langsung memang lebih efektif. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa kursus musik secara online dapat menjadi alternatif kegiatan anak agar tidak merasakan bosan di rumah.

4. Coding for Kids di Koding Next Indonesia

Kegemaran anak dalam menggunakan gadget dapat dialihkan dengan mengikuti kegiatan yang bermanfaat. Moms bisa salurkan minat dan bakat anak dalam menggunakan gadget melalui les coding untuk anak.

5. Kursus Ballet Online di Rosana Ballet School

Kegemaran anak menari dapat disalurkan melalui kursus ballet dan dance online di Rosana Ballet School. Hal ini dapat mengembangkan kreativitas serta membuat tubuh anak lebih sehat.

Baca Juga: Agar Ibadah Lancar, Ini Tips untuk Jaga Imunitas Tubuh saat Ramadan di Masa Pandemi

Itu dia berbagai kursus online yang dapat diikuti oleh anak agar dapat mengembangkan kreativitasnya di tengah pandemi ini. 

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas