Baru-baru ini, China melaporkan adanya infeksi flu burung pada manusia yang disebabkan oleh virus H10N3. Ini pertama kalinya jenis virus tersebut dideteksi pada manusia.

China melaporkan bahwa virus flu burung tersebut baru terdeteksi pada satu orang dan enggak menimbulkan gejala yang parah. Laporan tersebut disampaikan oleh Komisi Kesehatan Nasional (NHC) Beijing.

"Tak ada kasus H10N3 pada manusia yang dilaporkan di dunia. Kasus ini sesekali terjadi dengan penularan lintas spesies unggas ke manusia dan risiko penyebaran skala besar sangat rendah," kata NHC.

Lantas, flu burung H10N3 ini bahaya atau enggak sih?

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, virus ini biasanya menginfeksi burung liar serta unggas domestik dan spesies unggas lainnya. Biasanya, virus ini enggak menginfeksi manusia, tapi tetap bisa terjadi walaupun jarang.

Cara penularan ke manusia bisa melalui berbagai macam cara, biasanya melalui air lir, lendir, atau kotoran yang masuk ke mata, hidung, atau mulut seseorang. Infeksi ini biasanya terjadi setelah kontak dengan unggas yang terinfeksi atau permukaan yang terkontaminasi virus flu burung tanpa pelindung.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas