Setiap wanita pasti selalu ingin terlihat cantik dan memesona. Tak sedikit wanita yang mengorek uangnya dalam-dalam untuk mendapatkan kesempurnaan pada wajahnya dengan berbagai prosedur kecantikan.

Namun, bagaimana jika usaha cantikmu itu justru membuat pasangan kamu pergi meninggalkanmu? Hal itu dirasakan oleh wanita asal Tionghoa ini. 

Berdasarkan World of Buzz, wanita itu berumur 43 tahun bermarga Jin. Ia berakhir miris lantaran diceraikan oleh suaminya usai menjalani operasi plastik yang gagal.

Jin dikabarkan melakukan operasi lipatan mata pada tahun 2019 lalu di sebuah rumah sakit, Nanchang.

Untuk operasi, Jin merogoh koceh hingga Rp44,7 juta rupiah. Berharap mendapatkan hasil yang sempurna, justru operasi yang dijalani selama tiga jam itu tak sesuai apa yang ia inginkan.

Bukannya pujian yang ia dapatkan, Jin justru disebut jelek oleh suaminya. Mirisnya lagi, suaminya itu langsung menceraikan wanita 43 tahun itu.

Operasi yang Jin jalankan itu membuat kelopak matanya menjadi bengkak dan besar. Hingga tiga bulan usai operasi, pembengkakan itu tak kunjung sembuh.

Padahal, pihak rumah sakit mengatakan kalau pembengkakan itu akan hilang dalam waktu tiga hari. Kasihannya lagi, Jin justru dipandang sebagai sosok monster.

Gegara hal itu, pihak rumah sakit kemudian menawarkan operasi gratis untuk memperbaiki lipatan mata Jin yang gagal sebelumnya.

Namun, setelah lebih dari setahun, Jin masih merasa belum puas dengan bentuk matanya. Kali ini ia merasa sudut dalam matanya tak sejajar dengan kelopak mata, bahkan menjadi turun.

"Saya menghabiskan uang untuk membuatnya cantik bukan jelek, tetapi kemudian saya malah semakin jelek. Permohonan saya adalah untuk mendapatkan pengembalian dana sebesar Rp 44,7 juta dan kompensasi untuk kesehatan mental saya." ucap

"Saya tidak tahu bagaimana mengatasinya selama beberapa tahun terakhir. Suami saya bahkan berdebat untuk menceraikan saya, dia bilang saya jelek," jelas Jin.

Baca Juga: 3 Artis yang Bercerai di Tahun Ini Jalani Puasa tanpa Sosok Suami untuk Pertama Kali

Sayangnya, permintaan pengembalian uang Jin ditolak oleh pihak rumah sakit, dan menjelaskan kalau Jin telah menandatangani formulis persejutuan yang menyatakan bahwa kelopak mata simetri tidak dijamin setelah operasi.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas