Impian setiap pasangan suami istri adalah memiliki rumah tangga yang bahagia dan langgeng selamanya. Namun, memang enggak bisa dipungkiri bahwa hal-hal buruk dan cobaan dalam rumah tangga juga kerap menyelimuti masa-masa dalam pernikahan.

Salah satu permasalahan dalam rumah tangga yang ditakuti kebanyakan pasangan adalah perselingkuhan. Menurut psikiatri Dr Raj Persaud, terdapat tiga masa dalam pernikahan yang harus diwaspadai oleh setiap pasangan suami istri. Di tiga titik inilah biasanya perselingkuhan sering terjadi.

5 tahun pertama pernikahan

Pada fase ini, suami istri mengeluarkan energi yang sangat besar untuk melakukan aneka penyesuaian. Menurut buku Marriage for Moderns susunan Henry A. Bowman, 5 tahun pertama pernikahan merupakan tahap transisi dari masa lajang ke masa pernikahan. Terkadang, beberapa pasangan yang merasa gagal atau enggak ada kecocokan pada tahap penyesuaian ini, cenderung akan diam-diam berpaling untuk mencari seseorang yang dianggapnya cocok dengan keinginannya.

Masa kelahiran anak

Fase ini merupakan fase yang kritis bagi suami istri. Selain merasa bahagia dan bangga dikaruniai momongan, pasangan suami istri dihadapkan pada masalah baru. Suami, misalnya, merasa diabaikan istri karena sibuk mengurus anak. Sedangkan istri merasa lelah, sehingga tak bergairah melakukan hubungan seks.

Hubungan seksual pun mengendur, yang dimulai sejak istri mengandung. Istri takut hubungan seks mencelakakan bayi yang dikandung atau suami yang diliputi rasa takut akan hal tersebut. Absen melakukan hubungan seksual jangka waktu yang relatif lama, bukan hanya membuat suami istri kehilangan kontak fisik. Mereka juga akan mengalami hambatan dalam berkomunikasi.

10 tahun masa pernikahan

Baca Juga: Studi: Anak Sulung Cenderung Suka Selingkuh Lho! Pasanganmu Gimana?

Memasuki usia pernikahan 10 tahun, suami istri mulai dihadiri rasa bosan, mulai dari aktivitas sehari-hari dan hubungan seksual yang berlangsung rutin dengan pola tertentu. Jika enggak dapat mengantisipasi dengan cara yang baik, baik istri maupun suami akan tergoda untuk mencari pengalaman baru dengan orang lain di luar rumah.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas