Tanda-tanda seseorang menderita diabetes dapat dilihat dari berbagai segi, Beauty. Mulai dari kondisi badannya hingga perubahan pada tubuhnya. Diabetes mellitus, yang biasa dikenal sebagai penyakit kencing manis adalah penyakit metabolik yang menyebabkan gula darah tinggi.

Hormon insulin memindahkan gula dari darah ke sel-sel untuk disimpan atau digunakan untuk energi. Dengan diabetes, tubuh enggak membuat cukup insulin atau enggak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkannya.

Salah satu yang paling banyak diidap masyarakat ialah diabetes tipe 2. Kondisi ini ketika tubuh menjadi resisten terhadap insulin, dan gula menumpuk di dalam darahmu, Beauty.

Umumnya, gejala diabetes meliputi beberapa tanda atau gejela, di antaranya:

  • Peningkatan rasa lapar
  • Rasa haus yang meningkat
  • Peningkatan buang air kecil
  • Pandangan yang kabur
  • Kelelahan
  • Luka yang lambat sembuh

Selain itu, infeksi ini juga bisa terjadi berulang. Namun, gejala di atas seringkali enggak muncul pada tahap awal, Beauty. Oleh karena itu, ada hal-hal lain yang juga harus diwaspadai.

Orang yang menderita diabetes, berada pada peningkatan risiko terkena bintitan, benjolan merah lembut di tepi kelopak mata, jelas Johns Hopkins Medicine. Hal ini terjadi karena adanya infeksi bakteri staphylococcus.

Gejalanya antara lain:

  • Pembengkakan, kemerahan, nyeri, atau nyeri pada kelopak mata
  • Merasa seperti ada sesuatu di matamu
  • Terganggu oleh cahaya terang
  • Air mata dan pengerasan kulit.

Baca Juga: Benarkah Bayam Bisa Jaga Kadar Gula Darah? Penderita Diabetes Wajib Tahu Nih!

Lantas, bagaimana cara pengobatan bintitan di rumah? Kamu bisa meletakkan kain basah yang hangat di kelopak mata hingga 10 menit. Upaya ini harus dilakukan tiga sampai lima kali sehari.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas