Ria Ricis sedang berduka atas meninggalnya sang ayang, Sulyanto. Ia membuat konten terkait meninggalnya sang ayah yang kemudian tuai kritikan dari warganet.

Konten-konten yang dibuat Ria Ricis menjadi sorotan sebab dipenuhi oleh iklan. Konten duka penuh iklan tetap menjadi sumber penghasilan bagi Ria Ricis.

Melihat ramainya konten yang diunggah Ria Ricis, seorang warganet, Mazzini, menyalurkan opininya melalui utas di lamat Twitter. Baginya, konten Ria Ricis tersebut gak etis.

"Ya itu balik lagi, mungkin pandangan gue, lo dan kita semua, konten ini gak etis. Tapi kita kan gak tau apa pertimbangan keluarga besar mengizinkan konten wafatnya ayah kandung. Mungkin aja menurut kakak ustadzah tadi dan keluarga lainnya oke aja," tulis Mazzini.

Ia juga membandingkan konten Ria Ricis dengan sang kakak, Oki Setiana Dewi, yang juga terkait atas meninggalnya sang ayah. Unggahan ustazah itu gak mengandung iklan berbayar di selipan videonya.

"Ini Kakak nya bikin video sama sekali gak ada iklan kok. Isinya ya dokumentasi pemakaman, terus kronologis ayahnya pas sakit, sama minta doa semuanya. Kalau begini sih masih bisa lah kita bilang ini video dokumentasi aja," lanjutnya.

Ternyata, bukan cuma Mazzani yang beranggapan seperti itu. Konten Ria Ricis itu juga dibanjiri kritik oleh para penggemarnya.

"Tadinya sih pengen ikut sedih, sayangnya waktu gua nonton tiba-tiba muncul iklan snack video... Yaudah sedihnya nggak jadi :)," komentar netizen.

"Kalau cuma sekedar buat video boleh sih, tapi ini ditaro iklan dan bayangin kalau lu nonton video orang dimakamkan tiba-tiba muncul iklan snack video," timpal netizen lainnya.

Baca Juga: Dihujat Gegara Ngonten saat Ayah Wafat, Kakak Ipar Ungkap Ria Ricis Sedekah Ratusan Juta

Kini, nama Ricis tengah trending di Twitter sebab banyak yang mengkritik konten yang dibuatnya itu. Namun, hingga kini belum ada klarifikasi dari pihak Ria Ricis terkait kehebohan ini.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas