Ketika sedang berencana untuk memiliki anak atau bahkan sudah menjalani program hamil, pasangan suami istri harus memperhatikan asupan makanan harian. Pasalnya jika mengonsumsi makanan yang sembarangan, itu bisa menggagalkan program hamil yang sudah dijalani.

Nah, ternyata ada banyak yang berpikir bahwa ketika ingin menjalani program hamil makan harus mengurangi kafein. Tapi, apakah itu benar?

Sebuah makalah tahun 2016 dari American Society for Reproductive Medicine menjelaskan bahwa asupan kafein yang tinggi setara dengan lebih dari lima cangkir sehari dapat memicu keguguran janin. Selain itu, beberapa penelitian telah mengungkapkan bahwa terlalu banyak minum kafein bisa juga menurunkan tingkat kesuburan lho.

Konsumsi kafein juga harus dibatasi ketika hamil. Hal ini disebabkan karena kafein bisa berikan dampak buruk kepada janin. Jadi, sebenarnya mengungari kafein adalah hal yang baik jika dilakukan sebelum menjalani program hamil.

Secara teknis, sebaiknya kafein tak dikonsumsi lebih dari 200 mg sehari atau maksimal dua cangkir dalam sehari. Perlu diingat bahwa berbagai jenis kopi mengandung jumlah kafein yang berbeda. Kafein bukan hanya ada pada kopi, tetapi juga ada di dalam teh, cokelat panas, minuman energi, dan soda.

Baca Juga: Sering Dikonsumsi Agar Cepat Hamil, Benarkah Nanas Bisa Tingkatkan Kesuburan?

Penelitian menunjukkan bahwa pria yang gemar mengonsumsi kafein tinggi bisa memperngaruhi cairan spermanya. Kafein yang tinggi ditemukan bisa meningkatkan cacat DNA sperma. Asupan kafein, mungkin melalui kerusakan DNA sperma, dapat berdampak negatif pada fungsi reproduksi pria. Jadi sebaiknya jika ingin program hamil, harus hati-hati dalam mengonsumsi minuman berkafein.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas