Jasmine Hartin yang merupakan menantu miliuner Inggris Lord Ashcroft menjadi perhatian publik usai dirinya ditahan setelah melakukan penembakan terhadap polisi bernama Henry Jemmot di dermaga di San Pedro, Belize, Amerika Tengah pada 27 Mei lalu.

Jasmine Hartin mengaku bahwa kejadian tersebut seperti mimpi buruk. Saat itu, sang sosialita mengatakan bahwa dia tidak sengaja melakukan penembakan.

"Aku mengambil pistol dan mencoba mengeluarkan klip majalah (bagian dari pistol) tapi macet. Aku berjuang dengan itu, mencoba mengeluarkannya, tapi pistol tiba-tiba meledak," ungkap Jasmine, seperti dikutip dari The Sun.

"Aku tidak tahu jika masih ada peluru. Henry terjatuh di atas saya dan dia berdarah di sekujur tubuhku," tambah Jasmine.

Jasmine kemudian mengatakan bahwa dia mencoba berdiri, namun Henry yang berada di atas tubuhnya tergelincir ke dalam danau.

Jasmine dan inspektur Henry diketahui berteman cukup dekat, dan malam itu keduanya minum alkohol bersama. Menurut pengakuan Jasmine, Henry mempercayakan pistolnya dipegang olehnya untuk sang sosialita belajar menembak.

Jasmine telah didakwa melakukan pembunuhan karena kelalaian dan bisa menghadapi hukuman lima tahun penjara, atau dibebaskan dengan denda 7 ribu poundsterling atau sekitar Rp 140 juta.

Wah gak sengaja ini serem juga ya sampai bikin orang lain kehilangan nyawa beauty!

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas