Perbedaan memang banyak bentuknya dan juga bermacam-macam. Menurut Ayu Kartika Dewi, Staf Khusus Presiden RI dan Founder Toleransi.id, aspek keberagaman sangat luas.

Dalam mempelajari keberagaman dan toleransi, Ayu Kartika Dewi sering mengumpamakannya dengan menggunakan filosofi bubur ayam, yakni diaduk atau tidak diaduk.

Menurut Ayu, definisi mengenai toleransi adalah dengan memahami filosofi ini.

"Bagi saya, definisi toleransi yang paling sederhana di kepala saya itu, ya filosofi bubur diaduk," ucap Ayu ketika menjadi pembicara di acara webinar Unilever Indonesia x IDN Times: Gue Udah Toleran Belum, Sih? pada Senin (07/06/2021).

"Kalau lo makannya mau diaduk, ya, silahkan, terserah. Selama lo nggak memaksa gue untuk makan buburnya harus diaduk," tambahnya lagi.

Poin utama dari filosofi ini menurut Ayu adalah meskipun adanya perbedaan antara mereka yang makan bubur diaduk dan tidak diaduk, keberagaman tersebut dapat tetap membawa orang untuk bisa mengobrol seperti biasa.

Baca Juga: Sarapan #DiRumahAja? Yuk Intip Resep Bubur Ayam Sederhana, Anti Ribet-Ribet Club!

Ayu juga mengatakan bahwa dengan contoh sederhana dari filosofi bubur, masyarakat bisa mulai untuk menaikkan "kelas" mereka untuk mempelajari toleransi lebih luas. Indonesia yang luas tentunya memiliki berbagai macam keanekaragaman di dalamnya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas