Kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan persoalan yang perlu diselesaikan. Seringnya korban kekerasan tidak menyuarakan apa yang mereka alami, baik itu kekerasan secara fisik, mental, maupun seksual. Banyak di antara korban yang kesulitan melapor atau tak berani untuk melaporkan kekerasan yang mereka alami. 

Berdasarkan pelaporan pada Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMPONI PPA) hingga 3 Juni 2021, terdapat 3.122 kasus kekerasan terhadap anak.

Oleh karenanya, mulai tahun ini KemenPPPA mengaktivasi layanan call center SAPA 129.

“Layanan ini tidak hanya menyediakan layanan pengaduan melalui telepon, namun sudah terintegrasi dengan layanan lainnya. Syarat dan kriteria penanganan kasus yang ditangani tentunya dengan memerhatikan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang membatasi kewenangan layanan di tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten atau kota," jelas Nahar seperti yang dilansir dari website kemenpppa.go.id

Call center SAPA 129 ini bertujuan mempermudah akses bagi korban atau pelapor dalam melakukan pengaduan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta pendataan kasusnya.

Setidaknya terdapat enam layanan standar dalam penyediaan layanan rujukan akhir bagi wanita korban kekerasan dan anak yang memerlukan perlindungan khusus. Yakni pelayanan pengaduan, penjangkauan, pengelolaan kasus, akses penampungan sementara, pelayanan mediasi, dan pelayanan pendampingan korban.

KemenPPPA mengapresiasi seluruh pihak yang telah mengupayakan dan memperhatikan kepentingan terbaik untuk wanita dan perlindungan bagi anak.

Nahar juga berharap media massa dapat ikut berperan sebagai aktor perubahan sosial yang lebih baik bagi wanita atau anak korban kekerasan. Bertindak saat melihat kekerasan terjadi, jangan seolah tak melihatnya.

Disimpan atau dihafalkan ya beauty nomornya, agar disaat yang tidak kita harapkan bisa langsung menghubunginya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas