Artis multitalenta Raffi Ahmad sempat keheranan dengan jalan pemikiran sang istri, Nagita Slavina. Jika mau Nagita Slavina bisa saja mengabulkan keinginannya menggugat cerai Raffi Ahmad di awal pernikahan.

Citra playboy begitu melekat dalam diri artis sekaligus presenter Raffi Ahmad. Ia berhasil menaklukan hati sederet wanita seperti aktris cantik Laudya Cynthia Bella, Tyas Mirasih, hingga penyanyi Yuni Shara.

Nagita Slavina seolah menjadi benteng utama yang membuat rumah tangganya tetap utuh sebesar apapun badai yang menerpa. Ia pun dijuluki sebagai istri dengan hati sabar.

Hampir 6 tahun menjalani biduk rumah tangga, ternyata Nagita Slavina menyimpan banyak jeritan hati. Raffi Ahmad pernah mengungkap bahwa dirinya tidak setia di awal pernikahan.

Selain itu, Raffi Ahmad juga tipikal laki-laki yang ingin hidup bebas. Dan memang karakter dari Raffi Ahmad terlampau ramah bagi para wanita. Bahkan di pernikahan ini kini sering diterpa gosip miring yang mengabarkan Raffi Ahmad menjalin hubungan dengan wanita lain.

Pertanyaan mengapa tak jadi ceraikan dirinya, Raffi Ahmad lontarkan kepada sang istri di depan Gading Marten dan Andre Taulany.

"Kok kamu waktu itu nggak jadi menggugat cerai aku sih? Aku tanya serius nih, kenapa? Dalam keadaan apapun kenapa kamu masih bertahan, padahal kamu pernah minta cerai," sambung sang artis." tanya Raffi Ahmad.

Nagita Slavina lantas menjawab bahwa dirinya diberi ketetapan hati untuk memilih jalan menikah dengan Raffi Ahmad.

"Dari awal aku kan udah mau sama kamu, jadi kenapa harus berdoa diberikan jalan terbaik, berdoa aja selalu dikuatkan dan nggak berpisah selamanya," jawab Nagita Slavina.

"Kita juga minta sama Allah berdoanya bukan yang kalau baik didekatin kalau jauh dipisahin, enggak begitu. Ya sudah, maunya ya Allah kalau sudah nikah jangan dipisahin, gitu," Nagita Slavina menyambung.

Baca Juga: Caca Tengker Unggah Foto Masa Kecil, Pose Imut Nagita Slavina Jadi Sorotan!

Wah, kesetiaan dan kesabaran dari Nagita Slavina bisa dicontoh nih beauty!

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas