Gisella Anastasia menjadi sorotan setelah memanggil seekor kuda poni dengan julukan Aisyah. Hal tersebut terlihat dalam unggahan video Instagram Gisel pada Minggu (6/6/2021).

Dalam video, Gisel tampak mengajak sang putri semata wayangnya, Gempi untuk berkuda. Saat hendak turun, kaki Gempi justru terinjak kuda yang disebut Aisyah oleh Gisel.

Sayangnya sebutan yang dipakai Gisel untuk memanggil kuda poni tersebut menuai kontroversi dari warganet. Tak terkecuali oleh salah satu Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Umar Hasibuan atau akrab disapa Gus Umar. Diketahui, Aisyah sendiri merupakan nama istri Nabi Muhammad yang juga diberi gelar "ibu orang-orang mukmin".

"Asli Si Gisel pelaku video porno kurang ajar banget nama kuda dibikin nama istri Nabi Muhammad," tulis Gus Umar lewat akun Twitter-nya @Umar_Alchelsea.

Gisella Anastasia yang menerima banyak hujatan sampai dinilai tak miliki adab pun akhinya buka suara.

"Knp Aisyah c namanya... Ga bs yg lain?," tulis warganet.

Dalam unggahan yang sama, ia menambahkan caption. Ia mengaku nama itu bukan ide darinya namun memang sudah diberi nama seperti itu oleh pemiliki kuda.

"Mohon maap ak tulis jg disini biar clear yaa.. jadi di @baliequestriancentre masing2 kuda memiliki nama masing2, tertulis jg d kandang masing2 kyk yg kalian lihat d foto dan video sebelumnya," tulis Gisel dipostingan yang sama.

"Dengan tidak mengurangi rasa hormat, demikian adanya kita sebagai pengunjung juga memanggil mereka sesuai dengan nama pemberian dari pemilik kuda tersebut..," lanjutnya.

Baca Juga: Waduh! Tahun Ini Gisel Diramal Akan Rujuk dengan Gading Marten

Sebelumnya, Gisel memperlihatkan momen Gempi terinjak kaki kuda yang ia tunggangi. Wanita 30 tahun itu pun memanggil kuda tersebut dengan panggilan 'Aisyah'. “Ke injek Aisyah, ga janjian siih waktu kaki gempi turun, eh si Aisyah mundur dikit..Untung emg pake sepatu yg proper, jadi no drama. Hebat empitul hihi maapin mama yg malah ketawa soalnya lucu banget brasa lg scene di OVJ gt lo,” tulis Gisel dalam keterangan caption-nya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas