Hubungan dekat Rossa dengan Afgan memang selalu menjadi sorotan. Bukan sebuah rahasia jika keduanya sering memperlihatkan kemesraan. Hal tersebut karena Afgan dan Rossa sudah menjalin hubungan cinta beberapa tahun belakangan.

Meski sudah menjalin hubungan cinta, ternyata Afgan dan Rossa tak memikirkan soal pernikahan. Hal itu diketahui dari vlog YouTube Harper's Bazaar Indonesia, (07/06).

Dalam video itu, terlihat Rossa yang mengaku kesal lantaran kerap diminta untuk menikah lagi.

"Paling sebel ditanyain keluarga tentang apa?" tanya Dave Hendrik.

"Kapan nikah?" sebut Rossa sembari menunjukkan wajah kesal.

"Berasa umur 20 ya ditanyain kapan nikah," timpal Dave Hendrik ikut tertawa.

Sebelumnya, Rossa diketahui pernah menikah dengan pria bernama Yoyo Padi di tahun 2004 lalu. Keduanya juga dikaruniai seorang putra bernama Muhammad Langit Ramadhan.

Sayangnya, rumah tangganya itu hanya bertahan selama 5 tahun dan berakhir pada tahun 2009 lalu. Bukan tak ingin menikah lagi, Rossa sendiri mengaku belum siap untuk kembali menghadapi kehidupan rumah tangga.

Pemikirannya itu sejalan apa yang dipikirkan Afgan. Penyanyi Jodoh Pasti Bertemu ini juga tak berniat untuk menikah dalam kehidupannya saat ini. 

Hal tersebut diungkapkan oleh Afgan di depan Anya Geraldine di YouTube WAW Entertaintment yang diunggah pada (1/4) lalu.

"Kalo aku ngerasa kayak aku lebih suka, dengan relationship dulu enggak work out, berarti aku punya emotional baggage dalam diri aku yang harus fix gitu," tutur Afgan.

"Enggak harus punya relationship komit, yang harus nikah atau yang bener-bener ngoyo jadi aku lebih punya waktu untuk ngebenerin diri aku. Aku tipe orang yang gitu," lanjutnya.

"Kalau dekat (sama Rossa), iya selalu dekat. Kalau nikah enggak tahu, kayaknya enggak ada di agenda saat ini," pungkasnya.

Baca Juga: Begini Respon Rossa Usai Ivan Gunawan Blak-blakan Sebut Afgan Tak Pernah Keluar Uang Saat Bersama Dirinya

Menurut kamu bagaimana, Beauty? 

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas