Fisiknya yang terus dibully netizen lantaran menjadi Beauty Vlog tetapi tidak cantik, Kekeyi kini menguras dompet untuk melakukan berbagai perawatan tubuh dan wajah.

Salah satu perawatan wajah yang ia lakukan adalah filler hidung yang membuat hidungnya tampak jauh lebih mancung.

Dengan penampilan wajahnya yang baru itu, membuat Kekeyi mendapat banyak pujian. Setelah melakukan filler hidung, Kekeyi juga dikabarkan tengah jalani diet. Bahkan, dikabarkan telah turun sebanyak 10kg.

Hal itu diketahui oleh netizen dari salah satu foto unggahannya di Instagram. Terlihat Kekeyi yang tengah berpose dengan kedua orang tuanya, dengan menunjukkan badan yang sedikit langsing daripada sebelumnya.

" Agak kurusan ya key sekarang ???? makin cantik juga," kata akun eirvania.spisces.

" Kekey tambah cantik," timpal akun nurlilakurnia.

" Rio pasti nyesel," sahut akun nurlelah_k2.

" kekey kurus bngttt aaaaa," tutur akun tasyeet.

" Jadi cantik key tambah mancung jadi pengen di filler jga. Huhu," ujar akun gietoy_shopu.

Nah, kira-kira bagaimana transformasi Kekeyi dari kecil sampai saat ini? Merangkum dari berbagai sumber, Rabu (9/6/2021), yuk scroll ya!

Potret Kekeyi Saat kecil

Wajahnya yang manis memang sudah terlihat dari dirinya saat duduk di bangku SD. Ia tampak sudah centil sedari dulu, bergaya layaknya model dengan meletakan tangan kanannya di pinggang sambil membawa tasnya.

Selalu Percaya Diri

Meski selalu dapat ocehan netizen soal fisiknya, namun Kekeyi tetap percaya diri. Bahkan, ia tampaknya tak memusingkan dengan ocehan-ocehannya itu. Ia tetap melakukan kegiatannya sehari-hari dengan perasaan senang dan ceria.

Puas dengan Hasil filler

Baca Juga: Heboh! Ayu Ting Ting Tertawakan Kekeyi yang Ingin Gantikan Peran Amanda Manopo di 'Ikatan Cinta': Nanti Malah Jadi...

Setelah melakukan filler hidung, tingkat kepercayaan Kekeyi semakin meningkat. Ia kerap mendapatkan pujian lantaran penampilannya yang berbeda itu. Ia juga merasa sangat puas dengan hasil filler yang dilakukan di salah satu klinik kecantikan di Suarabaya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas