Ketika merawat bayi yang belum lama lahir ke dunia, tentu semua hal harus diperhatikan. Salah satunya yang enggak boleh diabaikan mengenai suhu tubuh bayi.

Sama seperti orang dewasa, suhu bayi dapat sedikit berfluktuasi yang didasari banyak hal. Berdasarkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) penggunaan termometer yang akurat ketika diletakan di ketiak bayi. IDAI juga sepakat bahwa jika suhu berada di bawah 36,5 derajat celcius itu berarti bayi mengalami hipotermia.

Hipotermia merupakan suatu keadaan yang bisa membahayakan kesehatan bayi, misalnya radang selaput otak, radang paru serta hipoglikemi. Oleh sebab itu, hipotermia harus segara ditangani apalagi jika terjadi pada bayi.

Ternyata hipotermia memiliki tiga jenis yang berbeda lho moms. Jika suhu tubuh si kecil berada di antara 35,5 sampai 36,4 derajat celcius itu berarti bayi mengalami kondisi hipotermia stres dingin. Selanjutnya jika suhu bayi berada di antara 32 sampai 35,4 derajat celcius itu berarti termasuk dalam jenis hipotermia sedang. Sedangkan untuk hipotermia berat jika bayimu memiliki suhu tubuh kurang dari 32 derajat celcius.

Banyak hal yang bisa menyebabkan bayi mengalami hipotermia, misalnya ketika popoknya basah dan lama diganti atau juga karena suhu ruangan yang sangat dingin.

Apa yang harus dilakukan jika bayi memiliki suhu tubuh rendah?

Ketika suhu bayi turun di bawah normal, penggunaan oksigen meningkat agar bisa memberikan kehangatan pada tubuh. Peningkatan oksigen ini pun bisa memberi tekanan besar pada tubuh mungil bayimu. Dalam beberapa kasus, suhu tubuh yang rendah bahkan dapat menyebabkan kematian, meskipun hal ini sangat jarang terjadi.

Baca Juga: Mitos atau Fakta, Susu Formula Bikin Si Kecil Obesitas?

Untuk pertolong pertama membuat tubuh bayi menjadi lebih hangat, lakukan kontak kulit dengan ibu, menggunakan selimut, serta menjaga ruangan tetap hangat. Jangan lupa untuk menyusui si kecil agar membuat tubuhnya makin hangat dan juga menjaga kadar gula darahnya. Namun, jika suhu tubuh anak masih belum naik bahkan terus menurun, sebaiknya segera cari pertolongan medis.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas