Syekh Ali Jaber meninggal dunia pada tanggal 14 Januari 2021 lalu karena sakit. Meskipun sebelumnya sempat dinyatakan terpapar Covid-19 dan sembuh namun takdir berkata lain.

Kepergian Syekh Ali Jaber, tentunya membuat umat Islam dan khususnya pihak keluarga merasakan duka yang mendalam.

Sebagai istri yang ditinggal suami untuk selamanya, Deva Rachman menjalani masa iddah sesuai syariat Islam yakni 4 bulan dan 10 hari. Meski tak bepergian, ia tetap melakukan beberapa kegiatan di rumah.

Dilansir dari haibunda.com saat ini Deva Rachman bekerja sebagai senior advisor untuk public sector reform di salah satu kantor kebijakan publik di bidang pengembangan perekonomian.

"Setelah Januari, berarti sudah 4 bulan 10 hari lebih setelah Beliau berpulang, kegiatan saya berkantor di rumah," ujarnya.

Deva Rachman bersyukur, berkat kemajuan teknologi, dirinya masih bisa WFH selama pandemi COVID-19. Terlebih saat menjalani masa iddah, ia hanya berkegiatan di rumah. 

Selama ini, publik hanya mengetahui bahwa istri ulama kelahiran Madinah itu adalah wanita yang juga berdarah Arab, Ummu Fahad. Hingga saat Syekh Ali Jaber mengembuskan napas terakhir, barulah terungkap bahwa Deva Rachman adalah istrinya. Ya, putri bungsu tokoh pendidikan nasional Prof. Arief Rachman, itu menjalani poligami bersama Syekh Ali dan Ummu Fahad.

Baca Juga: Dijodohkan dengan Putra Syekh Ali Jaber, Begini Tanggapan Wirda Mansur

"Waktu Beliau meninggal, kebetulan ayah saya diwawancara dan mengatakan, 'Iya, Beliau (Syekh Ali Jaber) menikah dengan anak saya yang terakhir'. Di situlah terbuka semua," ujar Deva Rachman.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas