Enggak cuma bisa menyerang orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalami infeksi saluran kemih (ISK) lho. Ya, ISK memang sering terjadi pada anak-anak. Biasanya hal ini disebabkan oleh bakteri (kuman) yang masuk ke kandung kemih atau ginjal.

Jika ISK menyerang bayi mungkin gejala yang dialami meliputi demam, muntah, atau rewel. Sedangkan untuk anak-anak di atas dua tahun biasanya mengalami demam, sakit saat buang air kecil, terlalu sering buang air kecil, atau sakit perut bagian bawah.

ISK lebih sering terjadi pada anak perempuan karena uretranya lebih pendek dan lebih dekat ke anus. Namun, pada anak laki-laki belum di sunat di bawah 1 tahun juga memiliki risiko ISK yang lebih tinggi.

Faktor risiko lain untuk ISK meliputi:

  • Masalah pada saluran kemih (misalnya, kelainan ginjal atau penyumbatan di suatu tempat di sepanjang saluran aliran urin)
  • aliran balik abnormal (refluks) urin dari kandung kemih ke ureter dan menuju ginjal. Ini dikenal sebagai refluks vesikoureteral (VUR).
  • Tak memperhatikan kebersihan saat ke kamar mandi
  • Riwayat keluarga ISK

Dilansir dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) ISK harus ditangani dengan tepat. Pasalnya ISK sering kali memicu penyakit kronis, seperti gagal ginjal pada anak.

Namun, ISK hanya bisa didiagnosis oleh tenaga medis. Untuk mengetahuinya, diperlukan pemeriksaan urine melalui laboratorium serta pemeriksaan darah.

Terdapat dua jenis ISK, yakni atas dan bawah. Untuk mengetahui perbedaannya diperlukan beberapa pemeriksaan baik melalui laboratorium, radiologik serta pemeriksaan fisik.

Untuk menghindari ISK pada bayi dan balita, sebaiknya lebih sering untuk menganti popok demi mencegah penyebaran bakteri penyebab ISK. Untuk anak yang sudah lebih besar, penting untuk melatih anak dalam menjaga kebersihan yang baik di dalam toilet.

Selain itu, orang tua juga sebaiknya mengajari anak perempuan untuk menyeka kemaluannya dari depan ke belakang, bukan dari belakang ke depan. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah penyebaran kuman dari rektum ke uretra.

Baca Juga: Mengenal 8 Jenis Feses Bayi, Dari yang Normal hingga Menunjukkan Penyakit Serius!

Anak perempuan usia sekolah juga sebaiknya harus menghindari mandi busa dan sabun yang kuat karena dapat menyebabkan iritasi. Selain itu, anak wanita juga harus mengenakan pakaian dalam katun daripada nilon karena meminimalisir pertumbuhan bakteri.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas