Jumlah pelajar dan perempuan di Indonesia sangat tinggi. Menteri BUMN Erick Thohir yakin bahwa mereka membutuhkan dorongan dan atensi dari perusahaan BUMN agar lebih berkembang dalam bidang pendidikan dan ekonomi.

Bertambahnya pengetahuan pelajar dan pendapatan kaum perempuan diyakini berperan besar dalam peningkatan kualitas hidup bangsa Indonesia. Hal tersebut diungkapkan oleh Erick Thohir dalam salah satu kunjungan kerjanya di Tasikmalaya, Jawa Barat pada Sabtu (12/6).

"Saya bangga, karena usaha-usaha untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing, serta memperkuat ketahanan ekonomi di era pandemi ini, terus dilakukan perusahaan BUMN. Saya harap, hal yang sejalan dengan prioritas peningkatan nilai ekonomi dan dampak sosial ini bisa menular ke BUMN lainnya," ujar Erick Thohir.

Menteri BUMN itu juga mengunjungi SMK Terpadu Al Ikhwan di Setianegara, Kecamatan Cibeureum untuk melihat laboratorium fiber optik. Laboratorium itu didukung oleh PT Telkom dan Telkom Akses sebagai fasilitas praktek para siswa di sekolah itu.

Hingga kini, terdapat 156 SMK di Indonesia dengan 11.232 siswa yang menjadi bagian dari program kelas Industri Telkom. Mereka dipersiapkan untuk menjadi sumber daya manusia masa depan yang terdidik.

“Adanya laboratorium fiber optic menjadi sangat penting bagi kita semua, untuk mempersiapkan sumber daya manusia masa depan yang terdidik. Serta siap membangun bangsa melalui penguasaan teknologi. Hal ini sejalan dengan program Kementerian BUMN, untuk meningkatkan indeks kesiapan industri 4.0 hingga 30 persen," lanjut Erick Thohir.

Selain itu, di wilayah Panyingkiran Erick Thohir disambut oleh ibu-bu nasabah PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera). PNM Mekaar merupakan layanan permodalan berbasis kelompok bagi para perempuan.

Erick Thohor juga mengunjungi UMKM Bunga Tanjung Embroidery yang juga dibina oleh Telkom. UMKM tersebut tergolong sukses untuk bertahan selama pandemi Covid-19 dan mampu go global.

Tak hanya itu, Menteri BUMN juga melihat kemajuan yang dicapai oleh SLB (Sekolah Luar Biasa) Aisyiyah Kawalu. Sekolah ini mendapatkan bantuan teknologi dari Telkom untuk mendorong program pendidikan bagi disabilitas.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas