Di setiap pernikahan tentu akan terus ditimpa masalah. Namun, masalah tersebut akan bisa diatasi ketika pasangan bekerja sama untuk mempertahankan rumah tangganya.

Banyak pernikahan yang bertahan hingga puluhan tahun karena kekuatan cinta masing-masing pasangan dalam menjalin biduk rumah tangga. Enggak peduli bagaimana masalah menghampiri, mereka tetap teguh terhadap kesetiaan menjaga komitmen pernikahan.

Salah satu masalah umum yang menghampiri banyak pasangan berumah tangga adalah perselingkuhan. Di setiap pernikahan, pasti akan ada saja kesempatan untuk berselingkuh. Banyak alasan yang bisa memicu perselingkuhan, misalnya saja merasa kurang puas dengan sikap atau sifat pasangan di rumah.

Mungkin, perselingkuhan sering terdengar dilakukan oleh pihak suami. Tapi, ternyata ada juga lho kasus-kasus di mana istri menyelingkuhi suami tanpa diduga-duga.

Mungkin belum begitu familiar, tetapi di zaman modern sekarang ini kalangan istri makin banyak yang berani berselingkuh. Nah, ada sebuah studi yang dilakukan Gleeden, satu portal di India bahkan menunjukkan terdapat 48 persen dari total responden yang berstatus istri dan mengaku berselingkuh dalam survei lho.

Responden yang disurvei adalah wanita berusia antara 30 hingga 60 tahun, berpendidikan tinggi (78 persen), dan profesional (74 persen). Berikut hasil studi, yang dirangkum dari laman newindianexpress:

1. Sebanyak 64 persen responden menyatakan ketidakmampuan pasangan untuk memuaskan mereka dalam hal “urusan orang dewasa”

2. Kemandirian ekonomi, pekerjaan yang membosankan, membuat para wanita mencari kesenangan dan sensasi

3. Sebanyak 76 persen responden selingkuh, karena menilai dirinya cantik dan pesonanya tak sebanding dengan pasangan

4. Terkikisnya rasa bersalah dan beban emosional karena berselingkuh

Baca Juga: Istri Eks Pramugara Lion Air Ternyata Sudah Pergoki Suami Selingkuh 3 Kali! Miris, Selingkuhnya di Rumah Istri Sah

Nah, itu dia beberapa alasan yang membuat para istri berpaling dari suaminya. Mencengangkan banget ya, Beauty!

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di GenPI

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.