Pada usia 2 tahun, umumnya, anak mulai bisa mengatakan sekitar 50 kata dan berbicara hingga dua atau tiga kalimat. Hal ini juga semakin berkembang ketika mereka menginjak usia 3 tahun. Kemampuan bicaranya meningkat jadi sekitar 1000 kata dan mampu berbicara dalam tiga hingga empat kalimat.

Namun, jik anak belum terlihat mampu melakukan hal tersebut, bisa saja anak mengalami speech delay atau keterlambatan bicara.

Pengertian Speech Delay

Speech delay yang atau keterlambatan bicara artinya anak belum bisa berbicara hingga menginjak usia dua tahun. Hal ii dapat disebabkan oleh gangguan pendengaran, gangguan neurologis, atau masalah perkembangan yang menjadi dasar hal ini terjadi.

Speech delay dapat memiliki dampak yang berkepanjangan bahkan hingga anak dewasa. Dilansir dari hellosehat.com, terdapat tiga jangka panjang yang dialami anak jika mengalami speech delay, diantaranya:

1. Prestasi akademik yang buruk

2. Sulit mendapat pekerjaan yang cocok

3. Sulit bersosialisasi dan rentan mengalami masalah kejiwaan

Ciri Anak Mengalami Speech Delay

Melihat ciri keterlambatan bicara pada anak dapat dilakukan ketika ia mulai memasuki usia 2 bulan. Jika bayi tidak bersuara atau mengeluarkan suara lain ketika usia 2 bulan, bisa jadi hal ini merupakan tanda awal speech delay. 

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas