Aurel Hermansyah baru saja liburan ke Gunung Bromo bersama Atta Halilintar. Ternyata, momen kebersamaan mereka tuai hujatan lantaran Atta ketahuan memberikan bunga edelweiss kepada sang istri.

Atta Halilintar ingin hadiahkan bunga yang cantik itu kepada Aurel. Ternyata, buka edelweiss merupakan tumbuhan yang dilindungi.

Youtuber sensasional ini langsung melakukan pembelaan bahwa dirinya tak tahu edelweiss itu dilindungi. Ia mengaku hanya ingin membantu seorang penjual yang memohon agar dagangannya dibeli.

"Jadi itu ada orang jual bunga 'pak tolong bantu saya, bantu saya'. Saya tanya berapa, dia bilang 40 ribu, ya udah saya beli dua nih saya kasih," kata Atta Halilintar pada Senin (14/6/2021).

Penjual bunga itu mendesak Atta untuk membeli dagangannya. Ia bahkan mengaku belum makan kepada pasangan baru itu.

"Karena dia bilang tolong bantu saya, mau makan belum makan segala macam, ya udah saya beli," ungkap Atta.

Ternyata, Aurel Hermansyah juga mengungkapkan hal yang sama. Sama seperti suaminya, ia ternyata tak tahu bunga yang diberikan Atta adalah edelweiss yang mana dilarang untuk dipetik.

"Wah saya nggak tahu (dipetik langsung apa gimana). Dia cuma minta bantuan tadinya saya bunga apa bunga apa juga," kata Atta.

"Kita nggak tahu (itu edelweiss yang dilarang)," sahut Aurel.

Atta Halilintar gak kaget lantaran isu edelweiss itu jadi viral sebab dirinya terbiasa dengan pemberitaan mengenai kehidupannya. Ia juga meminta maaf jika apa yang diperbuatnya ternyata salah.

"Waduh aku tuh udah nggak kaget karena apa aja viral. Tiap minggu ada aja yang viral jadi aku nggak tahu berita mana yang bener. Intinya aku bukan manusia sempurna banyak khilaf jadi kalau ada salah mohon dimaafkan," kata Atta seraya berlalu.

Baca Juga: Ditanya Bagian Tubuh yang Paling Sering Disentuh Atta Halilintar, Jawaban Aurel Hermansyah Bikin Melongo!

Sebelumnya, Aurel mengunggah foto dirinya dengan seikat edelweiss digenggamannya. Namun kini foto tersebut sudah menghilang dari Instagramnya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas