Ketika kelahiran bayi sudah tinggal menghitung hari, para orang tua disibukkan dengan mengurus perlengkapan si kecil, mulai dari pakaian, alat mandi hingga perawatan kulit dan juga bedak bayi yang digunakan saat mengganti popok.

Namun, ternyata penggunaan bedak bayi masih menuai pro kontra. Banyak yang bertanya-tanya, apakah sebenarnya bedak bayi aman digunakan atau malah justru bisa membahayakan si kecil?

Ketika membayangkan bayi, hal pertama yang terlintas dalam pikiran adalah aroma bayi yang segar karena penggunaan bedak bayi. Bedak bayi berbahan dasar talc yang terbuat dari bedak mineral. Sebagian besar bedak mineral mengandung unsur magnesium, silikon, dan oksigen. Kandungan ini menyerap kelembapan dan mengurangi gesekan kulit.

Dengan begitu, penggunaan bedak sebenarnya dapat membantu mencegah ruam pada bayi, termasuk ruam popok. American Academy of Pediatrics (AAP) menjelaskan untuk tak menggunakan bedak bayi karena sebenarnya bedak tak benar-benar dibutuhkan oleh bayi. Sebaliknya, AAP justru berpendapat bahwa bedak bayi terkadang dapat mengiritasi kulit yang masih sensitif dan halus.

AAP juga mengatakan bahwa bedak bayi bisa berbahaya bagi si kecil jika terlalu banyak serpihan yang terhirup. Terlebih lagi, ada kekhawatiran apakah penggunaan bedak bedak dalam jangka panjang di dekat garis bikini atau area genital dapat meningkatkan risiko kanker ovarium pada wanita.

Baca Juga: Punya Kulit Sensitif! Moms, Begini Tips Memilih Bedak Bayi yang Aman untuk Si Kecil

Hubungan antara penggunaan bedak dan kanker ovarium belum terbukti secara ilmiah. Cancer Research menyatakan di situs webnya bahwa sebagian besar penelitian belum menemukan hubungan yang sama untuk penggunaan bedak dan kanker ovarium.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas