Cinta Kuya yang merupakan anak sulung dari selebriti kondang Uya Kuya kini tengah menjadi sorotan usai mengakui dirinya pernah mengalami pelecehan seksual. Di mana Cinta Kuya mendapatkan pelecehan secara verbal melalui komentar netizen di media sosial.

Cinta Kuya juga menyebutkan saat saat itu dia mengunggah sebuah video yang menampilkan dia tengah berjoget dengan mengenakan pakaian yang longgar. Meski sudah memakai pakaian yang tidak menampilkan bagian tubuhnya, ternyata hal tersebut tidak membuat para pelaku pelecehan berdiam diri dan malah melontarkan kata-kata yang tak pantas kepadanya.  

"Aku kalau foto suka mikir aku pos ini atau nggak, karena aku tau dunia sosmed bener-bener jahat, cuma aku tuh kecewanya karena aku pakai baju biasa, itu aku lagi main 1 aplikasi, aku cuma joget-joget doang pakai kaos, nggak ketat, nggak minim, cuma kaos tetap aja ada orang gitu. Meski aku udah jaga diri pakai kaos biasa, tetap aja ada orang kayak begitu," ungkap Cinta Kuya saat berkesempatan menjadi salah satu bintang tamu di TV (16/6/2021).

Saat itu, Cinta Kuya hanya berani menceritakan kejadian pelecehan tersebut kepada adik laki-lakinya, dan memilih merahasiakan dari kedua orangtuanya.  Cinta Kuya lebih memilih untuk menceritakan keresahan yang dialaminya kepada sang adik adalah karena Cinta menilai Nino kini sudah tumbuh besar.

Cinta mengaku Nino selalu menunjukan bahwa Nino selalu menjaga Cinta kapanpun dan dimanapun. Nino Kuya sendiri mengungkapkan kemarahannya atas perlakuan oknum yang melakukan pelecehan tersebut kepada perempuan.

"Jijik, soalnya palingan itu orang umur berapa, dia (Cinta) masih di bawah umur ya, kayak nggak ada otak aja gitu, Mama selalu bilang kalau ke perempuan harus respect," respon Nino Kuya.

Mengalami hal yang mengerikan, ternyata Cinta Kuya mengaku bahwa dirinya takut untuk menceritakan kejadian pelecehan tersebut kepada orangtuanya.

Baca Juga: Berkaca dari Kasus Cinta Kuya, Ini yang Harusnya Kamu Lakukan Saat Alami Pelecehan Seksual di Sosial Media

"Enggan cerita ke orangtua, aku takut Mama, Papa aku bener-bener protektif banget. Aku takut tiba-tiba Mama, Papa bawa ke jalur hukum,” ujarnya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas