Menu

Gula: Manis-Manis Bikin Kesehatan Mental Terganggu? Ini Bahayanya!

16 Januari 2020 15:00 WIB
Gula: Manis-Manis Bikin Kesehatan Mental Terganggu? Ini Bahayanya!

Gula pasir (Unsplash/Sharon Mccutcheo)

HerStory, Jakarta —

Siapa sih yang enggak suka makan makanan manis atau mengandung gula? Permen, cokelat, es teh manis, donat manis, dan masih banyak lagi. Tentu, makanan yang manis sangat menggiurkan bagi pecintanya. Mungkin Beauty juga sudah tahu, kalau terlalu banyak makan makanan manis bisa menyebabkan obesitas dan juga diabetes.

Tapi tahu enggak sih Beauty, kalau ternyata mengonsumi makananan yang banyak mengandung gula juga enggak baik untuk kesehatan mental lho! 

Melansir dari laman Psychology Today, berikut empat bahaya gula bagi kesehatan mental:

Depresi

Suatu penelitian telah mengaitkan konsumsi gula besar dan peningkatan risiko depresi serta hasil yang lebih buruk pada individu ang menderita skizofrenia. Gula menekan aktivitas hormon yang disebut BDNF yang rendaj pada penderita depresi dan juga skizofrenia.

Gula juga disebut sebagai akarnya peradangan kronis yang berdampak pada sistem kekebalan tubuh, otak, dan sistem organ tubuh lainnya.

Kecanduan

Banyak bukti yang menunjukkan, kalau orang juga bisa kecanduan dengan gula. Rasanya yang enak dan manis dapat mengubah fungsi otak sehingga membuat candu untuk kembali mengonsumsinya. Sebuah Studi melakukan uji coba pada Tikus yang diberi makan makanan mengandung gula, dan mereka menunjukkan gejala kecanduan. Bahkan saat makan-makanan itu diambil mereka memberika respon marah.

Kecemasan

Gula dapat menyebabkan penglihatan kabur, sulit berpikir, dan kelelahan. Hal ini diartikan sebagai tanda-tanda serangan panik, sehingga meningkatkan kekhawatiran dan cemas yang berlebih. Kandungan gula berlebih juga dapat menyebabkan goncangan dan mempurburuk rasa cemas..

Suatu penelitian telah membuktikan korelasi antara gula dan kecemasan. Dalam sebuah penelitian 2008 lalu, Tikus yang biasanya memakan gula dan berhenti semntara menunjukkan kecemasa; selanjutnya pada penilitan 2009, tikus yang biasanya diberi sukrosa kemudian diganti menjadi madu antioksidan tinggi, cenderung menderita kecemasan. 

Untuk mengatasi kecemasan, kamu bisa mengubah pola makanmu dengan mengurangi kandungan gula dalam makanan.

Menurunkan daya ingat

Gula juga dapat membahayakan kemampuan kognitif dan menurunkan daya ingat. Dalam sebuah penelitian pada hewan oleh para peneliti di University of Californa Los Angeles, enam minggu meberi makan frktosa sejenis soda kepada sebuah tikus dan menyebabkan tikus tersebut lupa jalan keluar dari labirin. Sedangkan tikus yang diberikan makan makanan bergizin dan mengonsumsi diet tinggi fruktosa lebih cepat keluar dari labirin.

Diet tinggi gula menyebabkan resistensi insulin, yang pada gilitannya merusak komunikasi antara sel-sel otak yang memicu pembelajaran dan pembentukan memori dalam otak.

Nah, Beauty itu tadi bahayanya menonsumsi kandungan gula berlebih yang dapat mengaganngu kesehatan mental. Semoga bermanfaat!

Baca Juga: Catat! 6 Kebiasaan Baik untuk Menjaga Kesehatan Mental, Nomor 4 Paling Gampang!

Baca Juga: Wanita Lebih Berisiko Idap Delusi, Kenali 3 Faktor Penyebab Gangguan Jiwa Serius Ini, Kamu Pernah Rasain Gak Beauty?

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Oleh: Witri Nasuha