Setiap hubungan pernikahan, pasti mengalami masa up dan down seperti roda berputar. Sama halnya dengan pasangan suami istri, Zaskia Sungkar dan Irwansyah.

Diketahui, pernikahan mereka kini telah berjalan selama 10 tahun lamanya. Keduanya pun dinilai sebagai pasangan yang harmonis, jauh dari konflik.

Rupanya, dibalik keharmonisan tersebut, Zaskia dan Irwansyah telah melewati masa-masa kelam hingga banyak konflik yang membuat mereka berniat ingin cerai. Hal ini diketahui dari YouTube Maia Estianty yang diunggah baru-baru ini.

"Di awal nikah, karena kita tuh nikahnya kalau aku ya kayanya Irwan juga sama deh, bukan karena gue cinta sama lo terus kita nikah nggak gitu, kaya gak tau aja gitu kenapa nikah pas kita udah nikah baru mikir kenapa gua nikah sama lu ya gitu," kata Zaskia.

"Jadi, kita tuh nikah udah sepuluh tahun, lima tahunnya itu naik turun. Kayak tiga tahun pertama, yang aku syukurin banget ya sama Irwan itu grafiknya bisa begini (meningkat) bukan begini (naik turun) ya sampai 5 tahun ke atas udah Masha Allah banget sampai kita nanya pernah ribut nggak ya?" sambungnya.

Zaskia Sungkar membeberkan bahwa pernikahan di usia muda sering membuat emosinya naik turun. Bahkan, setiap ada permasalahan dalam rumah tangganya, Zaskia Sungkar selalu ingin bercerai.

"Setiap berantem karena umurku masih 19 aku masih childish pas baru mau nikah ama dia, setiap berantem kayak gue juga nyesel nikah sama lo yaudah kita cerai aja gitu," ungkap Zaskia.

"Yang paling sering ngomong cerai siapa?" tanya Maia.

"Aku lah," jawab Zaskia lagi.

Meski begitu, Zaskia mengaku sangat bersyukur lantaran Irwansyah tak mengabulkan permintaannya untuk berpisah.

"Begitu kalau ditantangin kita yang nangis. Alhamdulillahnya dia nggak nantangin," paparnya.

Baca Juga: Sebelum Meninggal Dunia, Ibunda Irwansyah Sempat Bangun dari Koma Usai Dengar Lantunan Ayat Suci Alquran

Hingga kini, keduanya mengaku tak pernah mengalami naik turun dalam hal emosi. Pasangan yang menikah 15 Januari 2011 ini juga dikaruniai seorang putra bernama Ukkasya Muhammad Syahki.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas